HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gelombang seruan boikot terhadap Sarwendah yang belakangan ramai di media sosial terus menuai tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari mantan Ketua Ikatan Manajer Artis Indonesia (Imarindo), Nanda Persada, yang menilai fenomena tersebut merupakan bentuk sanksi sosial yang kerap diterima figur publik ketika dinilai melakukan kesalahan.
Menurut Nanda, setiap artis memiliki tanggung jawab untuk menjaga sikap dan perilakunya karena selalu menjadi perhatian masyarakat. Ia menilai reaksi netizen yang berkembang saat ini tidak bisa dilepaskan dari status Sarwendah sebagai seorang publik figur.
“Ya itu konsekuensi seorang public figure ya. Namanya artis, selebriti, itu harus menjaga attitude-nya, sikapnya, perilakunya,” ujar Nanda, dikutip Holopis.com, Senin (6/7).
Ia menjelaskan, masyarakat saat ini semakin kritis terhadap perilaku figur publik. Ketika seorang artis dianggap bertindak tidak pantas atau melanggar norma yang berlaku, reaksi dari publik pun sulit dihindari.
“Karena netizen kita ini sangat sensitif dan peka. Mereka melihat ketika seorang artis atau public figure bersikap tidak etis, melanggar susila dan lain-lain, pasti itu ada sanksi sosial,” tuturnya.
Nanda juga mengungkapkan bahwa Ruben Onsu ikut terkejut melihat polemik tersebut berkembang hingga memunculkan berbagai isu lain yang dinilai sudah melebar dari persoalan utama.
“Dia juga kaget dengan banyaknya netizen kita yang apa ya, mengungkap hal-hal lain di luar soal anak, gitu. Karena macam-macam tuh isunya,” kata Nanda.
Di sisi lain, ia menyayangkan respons Sarwendah yang dinilai belum mampu meredam situasi. Menurutnya, permintaan maaf yang disampaikan sejak awal bisa menjadi langkah terbaik untuk menghentikan polemik agar tidak semakin meluas.
“Yang disayangkan adalah reaksi dari yang bersangkutan. Mestinya cepat-cepat meminta maaf dengan tulus kepada pihak-pihak yang langsung berhadapan dengan dia ya,” ujarnya.
Nanda menilai komunikasi yang baik menjadi jalan keluar paling efektif dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Ia bahkan mengutip pernyataan Ruben Onsu yang menurutnya mencerminkan harapan agar konflik dapat segera diakhiri.
“Ada satu omongan dari Ruben, ‘Kalau sebenarnya minta maaf dengan baik-baik aja dan berkomunikasi dengan baik, semuanya akan selesai dengan cepat.’ Cuman hal itu tidak bisa terjadi,” ungkapnya.
Sebagai informasi, nama Sarwendah belakangan menjadi perbincangan di media sosial setelah muncul kontroversi terkait interaksinya dengan anak-anaknya di tengah proses sengketa hak asuh dengan mantan suaminya, Ruben Onsu. Polemik tersebut memicu munculnya petisi boikot dan gerakan cancel culture di berbagai platform media sosial, sementara proses hukum mengenai hak asuh anak masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.


