Ikan Bawal Hitam dari Papua Tengah Kini Diburu Malaysia, Ekspor Perdana Tembus 42 Ton

0 Shares

MIMIKA TIMUR, Holopis.com – Ikan bawal Hitam dari Papua Tengah resmi menembus pasar Malaysia. Ekspor perdana 42 ton menjadi awal perluasan pasar global bagi hasil tangkapan nelayan lokal.

Papua Tengah mulai menunjukkan potensinya sebagai pemain baru dalam ekspor komoditas perikanan.

Sebanyak 42 ton ikan bawal hitam hasil tangkapan nelayan Kabupaten Mimika resmi dikirim ke Malaysia dalam ekspor perdana melalui Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako.

Pengiriman menggunakan tiga kontainer tersebut menjadi langkah awal bagi Papua Tengah untuk memperluas akses pasar internasional sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor kelautan dan perikanan yang selama ini didominasi penjualan di pasar domestik.

Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa mengatakan ekspor perdana ini menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sumber daya kelautan.

Menurutnya, keberhasilan menembus pasar Malaysia menunjukkan hasil tangkapan nelayan lokal memiliki daya saing di pasar ekspor.

- Advertisement -

“Hari ini hasil laut Papua Tengah tidak lagi berhenti di pelabuhan, tetapi mulai memasuki pasar internasional. Ini menjadi bukti bahwa produk perikanan kita mampu bersaing di pasar global,” ujar Meki di Timika, Selasa (30/6).

Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus memperkuat ekosistem industri perikanan, mulai dari peningkatan kapasitas nelayan, penyediaan armada tangkap, hingga pembangunan infrastruktur pendukung ekspor.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menyalurkan 10 unit kapal penangkap ikan lengkap dengan mesin kepada nelayan di Mimika.

Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sehingga volume ekspor dapat terus bertambah.

Selain memperbesar produksi, pemerintah juga menargetkan perluasan pasar ekspor. Meki berharap pengiriman tiga kontainer pada ekspor perdana menjadi awal bagi peningkatan ekspor ke berbagai negara.

“Hari ini tiga kontainer, ke depan harus puluhan kontainer. Hari ini satu negara tujuan, besok harus semakin banyak pasar internasional yang bisa kita masuki,” katanya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Tengah Karlos Matuan menjelaskan, ekspor dilakukan oleh Koperasi Sukses Sejahtera Papua yang menghimpun hasil tangkapan nelayan dari Kampung Akar, Kampung Kipia, dan Kampung Pronggo di Kabupaten Mimika sebelum diproses melalui fasilitas cold storage.

Menurut Karlos, capaian tersebut juga menandai peningkatan tata kelola ekspor di Papua Tengah.

Untuk pertama kalinya, seluruh dokumen perizinan ekspor diterbitkan langsung dari Papua Tengah tanpa harus diproses melalui Surabaya seperti sebelumnya.

Ia menambahkan, seluruh kemasan produk ekspor kini menggunakan identitas Papua Tengah sehingga memperkuat branding komoditas perikanan daerah di pasar global.

Pemerintah optimistis ekspor perdana ini menjadi pintu masuk bagi peningkatan investasi di sektor perikanan sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk hasil tangkapan nelayan Papua Tengah.

Dengan dukungan infrastruktur, sertifikasi mutu, serta penguatan rantai pasok, sektor perikanan diharapkan menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU