Cuma Karena Telat Ganti Oli, Motor Bisa Langsung Turun Mesin!

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Telat ganti oli motor bisa berujung fatal, kata Ridwan Hanif. Mesin kehilangan pelumas, overheat, hingga akhirnya rusak parah dan harus turun mesin.

Kebiasaan menunda servis ringan seperti ganti oli ternyata bukan hal sepele.

Di tengah kondisi ekonomi yang membuat sebagian masyarakat makin hemat, para ahli otomotif mengingatkan ada risiko besar yang sering diabaikan yaitu kerusakan mesin fatal hingga turun mesin.

Fenomena warga yang mulai memperpanjang jadwal ganti oli, bahkan sampai kondisi oli benar-benar habis atau mengering, kini mulai banyak ditemukan di bengkel-bengkel pinggir jalan.

Para mekanik menyebut pola ini meningkat seiring tekanan biaya hidup dan kenaikan harga suku cadang kendaraan.

Namun di balik penghematan kecil itu, ada ancaman biaya perbaikan yang justru bisa berkali lipat lebih mahal.

- Advertisement -

“Banyak orang mikirnya hemat, tapi justru ujungnya bisa keluar jutaan sampai belasan juta kalau mesin sudah rusak,” ujar influencer otomotif Ridwan Hanif.

Ridwan menjelaskan bahwa oli memiliki peran vital sebagai pelindung utama komponen mesin.

Tanpa pelumas yang cukup, gesekan antarlogam terjadi secara langsung dan memicu kerusakan beruntun.

Menurutnya, kondisi paling berbahaya adalah saat mesin bekerja tanpa pelumasan sama sekali.

“Kalau sudah sampai oli kering, itu bukan lagi soal performa turun, tapi risiko mesin macet total,” kata Ridwan.

Ia menyebut beberapa gejala awal yang sering diabaikan pengguna motor, seperti suara mesin kasar, tarikan berat, hingga konsumsi bensin yang lebih boros.

Semua itu, kata dia, bisa menjadi tanda pelumasan sudah tidak optimal.

Hal senada disampaikan mekanik dari jaringan bengkel resmi Astra Motor.

Menurut mereka, kasus motor datang dalam kondisi oli sangat minim atau sudah sangat kotor bukan hal yang jarang ditemui.

“Sekarang cukup sering kami temukan motor yang telat ganti oli jauh dari jadwal. Bahkan ada yang sudah sampai hampir kering,” ujar salah satu mekanik Astra Motor.

Ia menjelaskan, dalam kondisi tersebut, komponen seperti piston dan dinding silinder sudah mulai mengalami gesekan berlebih.

Jika terus dipaksakan, kerusakan bisa merambat ke bagian lain seperti kruk as dan sistem pendinginan mesin.

“Kalau sudah parah, ya solusinya turun mesin. Itu biaya besar,” tambahnya.

Dari sisi bengkel umum, mekanik Planet Ban juga mengingatkan bahwa kebiasaan menunda ganti oli justru sering berujung pada pengeluaran tak terduga yang lebih besar.

“Banyak yang datang setelah motor sudah bunyi kasar atau bahkan mogok. Padahal kalau rutin ganti oli, itu bisa dicegah,” ujar salah satu teknisi Planet Ban.

Ia menambahkan, idealnya penggantian oli dilakukan setiap 2.000 hingga 2.500 kilometer, tergantung kondisi pemakaian.

Untuk penggunaan harian di kota dengan lalu lintas padat, interval bisa lebih cepat karena mesin bekerja lebih berat.

Di lapangan, para montir melihat adanya perubahan perilaku konsumen dalam beberapa bulan terakhir.

Banyak pemilik kendaraan yang memilih menunda servis ringan demi menghemat pengeluaran harian.

Bahkan, tidak sedikit yang baru datang ke bengkel ketika motor sudah menunjukkan kerusakan nyata.

“Sekarang orang lebih milih nunggu rusak dulu baru diperbaiki. Padahal itu justru lebih mahal,” kata seorang mekanik bengkel umum di Jakarta Selatan.

Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya harga oli dan sparepart yang membuat biaya servis ikut naik.

Meski kenaikannya tidak terlalu besar, dampaknya cukup terasa bagi sebagian masyarakat.

Secara teknis, oli bukan hanya berfungsi sebagai pelumas, tetapi juga pendingin dan pembersih mesin.

Ketika oli berkurang atau tidak diganti dalam waktu lama, fungsi-fungsi ini ikut terganggu.

Akibatnya, suhu mesin meningkat drastis atau mengalami overheat.

Dalam kondisi ekstrem, piston bisa mengalami baret, silinder rusak, hingga mesin macet total saat digunakan.

“Kalau sudah sampai overheat, efeknya bisa merusak banyak komponen sekaligus,” jelas mekanik Astra Motor.

Selain itu, gesekan tanpa pelumasan juga mempercepat keausan komponen. Dalam jangka panjang, hal ini membuat umur mesin jauh lebih pendek dari seharusnya.

Hemat Jadi Boncos

Ridwan Hanif menekankan bahwa kesalahan umum pengguna kendaraan adalah menganggap penundaan servis sebagai bentuk penghematan.

Padahal, kata dia, justru sebaliknya.
“Ganti oli itu biaya kecil. Tapi kalau diabaikan, bisa jadi turun mesin. Itu beda jauh nilainya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tanda-tanda awal kerusakan sering kali tidak disadari.

Banyak pengendara yang baru panik ketika motor sudah sulit dinyalakan atau mengeluarkan suara tidak normal.

Para pelaku industri otomotif sepakat bahwa edukasi perawatan kendaraan masih perlu diperkuat. Banyak pengguna motor yang belum memahami pentingnya disiplin servis berkala.

Mekanik Planet Ban menyebut, edukasi sederhana seperti pengecekan oli secara rutin bisa mencegah kerusakan besar.

“Cek oli itu gampang, tapi sering dilupakan. Padahal itu kunci utama,” katanya.

Di tengah kondisi ekonomi yang menuntut masyarakat lebih berhati-hati dalam pengeluaran, para ahli mengingatkan agar penghematan tidak dilakukan secara ekstrem hingga mengorbankan perawatan dasar kendaraan.

Menunda ganti oli mungkin terlihat seperti langkah kecil untuk menghemat uang.

Namun jika dibiarkan terlalu lama, dampaknya bisa berubah menjadi kerusakan mesin serius yang jauh lebih mahal untuk diperbaiki.

“Kalau mau hemat, justru harus disiplin servis,” tutup Ridwan Hanif.

Dengan kata lain, satu kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele bisa menentukan apakah motor tetap awet atau justru berakhir di bengkel turun mesin.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Ronalds Petrus Gerson
Gesha Yuliani Nattasya, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU