JAKARTA – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad mengatakan pelaksanaan kurban Iduladha 1447 Hijriah di lingkungan Kementerian Agama tahun ini tidak hanya berfokus pada distribusi daging kepada masyarakat, tetapi juga membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan.
Hal itu terlihat dari penggunaan besek bambu sebagai wadah pembagian daging kurban untuk menggantikan kantong plastik sekali pakai.
“Semangat kurban harus menghadirkan kemaslahatan, bukan hanya bagi sesama manusia tetapi juga bagi lingkungan yang kita rawat bersama,” kata Abu Rokhmad saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Wisma Haji Kementerian Agama, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (27/5/2026).
Pelaksanaan kurban tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Agama bersama sejumlah lembaga mitra, yakni Bank Syariah Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional, Badan Pengelola Keuangan Haji, dan LAZISNU.
Dalam kegiatan itu, panitia menyembelih sembilan ekor sapi dan dua ekor kambing untuk dibagikan kepada pegawai Kementerian Agama dan masyarakat sekitar.
Menurut Abu, penggunaan besek bambu dipilih sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah plastik sekaligus mendorong gerakan kurban yang lebih ramah lingkungan.
Dari seluruh hewan kurban yang disembelih, panitia menyiapkan sekitar 1.440 besek bambu berisi daging sapi dan 60 besek berisi daging kambing untuk didistribusikan kepada penerima manfaat.
Abu mengatakan, nilai-nilai Iduladha tidak hanya berbicara tentang ibadah dan pengorbanan, tetapi juga kepedulian sosial serta tanggung jawab menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Kurban mengajarkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan berbagi manfaat secara lebih merata. Karena itu, pelaksanaannya juga perlu memperhatikan nilai keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi berbagai lembaga dalam program kurban tersebut menjadi bentuk sinergi sosial yang diharapkan dapat terus diperkuat pada masa mendatang.
Sementara itu, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Lubenah Amir menyebut penggunaan besek bambu juga menjadi bagian dari edukasi publik agar praktik ibadah dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan.
“Penggunaan besek bambu merupakan bagian dari edukasi bersama bahwa pelaksanaan ibadah juga dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga lingkungan,” kata Lubenah.
Ia berharap momentum Iduladha dapat memperkuat semangat berbagi, mempererat hubungan sosial masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan hidup.
“Iduladha menjadi momentum memperkuat silaturahmi, kepedulian sosial, dan budaya berbagi di tengah masyarakat. Kami berharap manfaat kurban dapat dirasakan lebih luas sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan bersama,” pungkasnya.

