HOLOPIS.COM, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) per 4 Mei. Namun, perubahan kali ini tidak menyeluruh.
Sejumlah BBM nonsubsidi mengalami kenaikan tajam. Pun, jenis lain tetap ditahan harganya. Di wilayah Jabodetabek, harga Pertamax Turbo (RON 98) naik menjadi Rp19.900 per liter dari sebelumnya Rp19.400.
Kenaikan juga terjadi pada BBM jenis solar nonsubsidi. Dexlite melonjak ke Rp26.000 per liter dari Rp23.600. Sementara, Pertamina Dex kini dibanderol Rp27.900 per liter dari Rp23.900.
Meski terjadi lonjakan pada beberapa jenis BBM, Pertamina memilih menahan harga Pertamax di level Rp12.300 per liter. Hal yang sama juga berlaku untuk Pertamax Green yang tetap di Rp12.900 per liter sejak Maret lalu.
Untuk harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap di harga Rp10.000 per liter, dan Biosolar berada di Rp6.800 per liter.
Penyesuaian harga ini dilakukan sebagai implementasi kebijakan pemerintah melalui Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang mengatur formula harga dasar BBM. Aturan itu jadi acuan dalam menentukan harga jual eceran, khususnya untuk BBM nonsubsidi yang sensitif terhadap fluktuasi harga minyak dunia.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan harga energi mulai dirasakan, terutama pada sektor BBM nonsubsidi. Namun, dengan masih ditahannya harga BBM tertentu, pemerintah dan Pertamina tampaknya berupaya menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.



