Harga MinyaKita Mau Naik Lagi? Ini Sinyal Kuat dari Kementerian Perdagangan

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMHarga MinyaKita berpotensi naik lagi usai Kemendag beri sinyal kuat penyesuaian HET di tengah lonjakan harga CPO global yang terus menekan biaya produksi.

Kenaikan harga MinyaKita makin dekat setelah Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberi sinyal kuat adanya penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) di tengah lonjakan harga crude palm oil (CPO) global yang terus menekan biaya produksi minyak goreng rakyat.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, rencana penyesuaian harga MinyaKita bukan disebabkan oleh isu keterbatasan bahan baku akibat program biodiesel B50, melainkan murni karena kenaikan biaya produksi yang signifikan.

“Ini karena harga CPO sudah melonjak, sehingga biaya produksi ikut naik. Jadi harus ada penyesuaian. Apalagi HET MinyaKita sudah tiga tahun tidak berubah,” ujar Budi di Jakarta, Minggu (3/5/2026).

Lonjakan harga Minyakita tidak bisa dilepaskan dari tren kenaikan harga CPO dunia yang terjadi sepanjang 2026. Tekanan geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat pasokan energi global terganggu, sehingga permintaan CPO sebagai energi alternatif ikut meningkat.

Data Indonesian Palm Oil Strategic Studies mencatat, harga CPO global melonjak dari US$1.165 per ton pada awal kuartal II menjadi US$1.440 per ton pada April 2026.

- Advertisement -

Kenaikan berlanjut hingga menyentuh US$1.701 per ton di Mei, dan mencapai puncaknya di US$1.783 per ton pada Juni 2026.

Saat ini, Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita masih bertahan di level Rp15.700 per liter sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025.

Namun pemerintah mengakui bahwa angka tersebut sudah tidak lagi sejalan dengan kondisi biaya produksi terkini.

“Masih dihitung bersama lintas kementerian dan lembaga, termasuk BPKP. Nanti diputuskan dalam rapat khusus,” jelas Budi.

Wacana penyesuaian harga MinyaKita sebelumnya sudah dibahas dalam rapat koordinasi terbatas pada 22 April 2026 di Kemenko Pangan.

Saat itu, pemerintah mulai menghitung ulang struktur biaya produksi di tengah tekanan harga global.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kebijakan harga harus berbasis perhitungan komprehensif antarinstansi agar tidak menimbulkan distorsi pasar.

Meski isu kenaikan harga menguat, Kementerian Perdagangan memastikan bahwa pasokan minyak goreng di dalam negeri masih aman dan terkendali.

Pemerintah juga menepis isu kelangkaan MinyaKita yang sempat beredar di masyarakat.

Namun, dengan tekanan harga CPO global yang masih tinggi, potensi penyesuaian harga MinyaKita kini tinggal menunggu keputusan akhir pemerintah.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU