HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (28/4/2026) menghadirkan sinyal campuran. Meski sempat dibuka di zona hijau, indeks justru diproyeksikan rawan berbalik arah ke zona merah.
Pada awal perdagangan, IHSG tercatat menguat 0,31 persen ke level 7.128,47. Tak lama berselang, penguatan berlanjut hingga 0,49 persen ke posisi 7.141.
Secara sektoral, sentimen positif terlihat dari 332 saham yang menguat, sementara 160 saham melemah dan 467 lainnya stagnan. Nilai transaksi awal mencapai Rp625 miliar dengan volume 1,1 miliar lembar saham.
Namun, di balik pembukaan yang solid, sejumlah analis justru mengingatkan adanya potensi koreksi teknikal dalam jangka pendek.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih memiliki ruang penurunan untuk menutup gap yang terbentuk sebelumnya.
“Kami memperkirakan IHSG berpotensi turun ke kisaran 7.022-7.092 sekaligus menutup gap yang masih terbuka,” ujar Herditya dalam riset hariannya, dikutip Holopis.com, Selasa (28/4/2026).
Ia memproyeksikan pergerakan IHSG hari ini akan berada di rentang support 7.022 dan 6.917, dengan resistance di level 7.313 hingga 7.484. Dalam kondisi ini, Herditya merekomendasikan saham ARCI, MIDI, MINA, dan TINS sebagai pilihan investor.
Pandangan serupa juga disampaikan Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova. Ia menilai tekanan terhadap IHSG masih akan berlanjut selama indeks belum mampu menembus level resistance kunci.
“Selama masih bergerak di bawah 7.277, IHSG berpotensi turun menguji 7.042 sekaligus menutup penuh gap yang terbentuk pada 8 April,” ujar Ivan.
Ivan memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support 7.042, 6.838, dan 6.727, serta resistance di level 7.277, 7.403, dan 7.582. Ia juga memberikan rekomendasi saham seperti AADI, ISAT, JPFA, MEDC, dan PGAS.
Sebagai gambaran, pada perdagangan sebelumnya, Senin (27/4), IHSG ditutup di level 7.106 atau turun 22,96 poin (-0,32 persen). Berdasarkan data RTI Infokom, total nilai transaksi mencapai Rp16,55 triliun dengan volume perdagangan 33,15 miliar saham.
Menariknya, meski indeks melemah, jumlah saham yang menguat justru lebih banyak, yakni 408 saham, dibandingkan 264 saham yang terkoreksi dan 147 yang stagnan.

