Gurun Desak Pemerintah Cabut Izin Operasi Taksi Online Green SM

4 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMKetua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Sekaligus Direktur Lembaga Bantuan Hukum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (LBH PB SEMMI) Gurun Arisastra angkat bicara perihal terjadinya kecelakaan antara KRL dengan Kereta Jarak Jauh di stasiun Bekasi Timur kemarin malam.

Gurun menyatakan turut berduka cita atas terjadinya kecelakaan ini dan mendesak KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), Kementerian Perhubungan serta Kepolisian melakukan investigasi khusus secara tuntas atas kecelakaan ini.

- Advertisement -

“Kita turut berduka cita, ini sangat memilukan, kita minta segera dilakukan investigasi khusus secara tuntas oleh pihak terkait yakni KNKT, kepolisian dan kementerian perhubungan,” kata Gurun Arisastra kepada wartawan di Jakarta, Selasa (28/4/2026)

Lebih lanjut, Gurun juga menegaskan dalam investigasi khusus tersebut ditemukan adanya kesalahan oleh pihak-pihak tertentu sehingga mengakibatkan jatuh korban jiwa tentu kita mendorong untuk proses hukum secara pidana.

- Advertisement -

“Kita lihat nanti hasil dari investigasi khusus, jika adanya kesalahan ya kita minta ini diproses hukum secara pidana,” ujarnya.

Kemudian Gurun mengatakan dalam tayangan video yang beredar adanya unit mobil taksi online Green SM yang masuk di tengah jalur kereta. Organisasinya meminta pemerintah patut mempertimbangkan sanksi pidana dan pencabutan izin operasional armada tersebut.

“Dalam tayangan video yang beredar adanya Taksi Green SM yang masuk di tengah jalur kereta, tentu ini pelanggaran lalu lintas, akibat hal itu terjadinya kekacauan lalu lintas kereta, maka kita minta pemerintah proses secara pidana dan cabut izin operasionalnya,” tutup Gurun.

Taksi Green Sm
Taksi Green SM yang mengalami kecelakaan sebelum kecelakaan maut KRL dengan Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

Sekadar diketahui bahwa pada pukul 21.00 WIB, telah terjadi kecelakaan maut di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Di mana KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh Api Argo Bromo Anggrek. Kondisi ini membuat 7 orang meninggal dunia, dan 81 orang mengalami luka-luka.

Sebelum tabrakan antara KRL dengan Kereta jarak jauh tersebut, sebelumnya telah terjadi kecelakaan antara KRL dengan sebuah mobil taksi online milik perusahaan Vietnam, yakni PT Xanh SM Green And Smart Mobility (Green SM).

Mobil listrik bernomor polisi B 3864 SBX tersebut sempat mogok di perlintasan kereta. Namun karena kendaraan terkunci dan roda mobil sulit bergerak sekalipun sudah dibantu warga sekitar, kecelakaan pun tak terhindarkan. Mobil berkelir hijau itu sempat terseret hingga 100 meter dari lokasi kejadian sekalipun laju kereta tak terlalu kencang.

Sayangnya dari arah belakang, melintas KAI Argo Bromo Anggrek, hingga kecelakaan maut tak terhindarkan. Lokomotif kereta jarah jauh tersebut bahkan sampai masuk ke gerbong belakang KRL.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
4 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru