Dugaan Kekerasan Anak! Daycare Little Aresha Yogya Digerebek Polisi

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jagat media sosial, khususnya Threads, tengah diramaikan oleh dugaan kasus yang melibatkan sebuah tempat penitipan anak (daycare) di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Perbincangan mencuat setelah sejumlah akun membagikan pengalaman dan klaim terkait perlakuan terhadap anak-anak di lokasi tersebut.

- Advertisement -

Sorotan kian menguat setelah aparat kepolisian melakukan penggerebekan pada Jumat (24/4). Hingga kini, Polresta Yogyakarta masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap dugaan peristiwa yang terjadi di daycare bernama Little Aresha itu.

“Kasus ini tidak akan terungkap kalau tidak ada yang berani bicara. Bukti-bukti sedang dikumpulkan,” tulis salah satu akun di Threads yang mengaku mengetahui kronologi awal, merujuk pada adanya laporan serta dokumentasi yang disebut telah diserahkan kepada pihak berwenang.

- Advertisement -
Threads Little Aresha
Threads tentang dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha.

Saat didatangi petugas, kondisi daycare tampak sepi. Garis polisi terpasang di bagian depan bangunan sebagai tanda bahwa proses hukum masih berlangsung. Meski belum ada penjelasan resmi terkait detail perkara, isu dugaan kekerasan terhadap anak menjadi perhatian utama publik.

Sejumlah warga sekitar mulai mengingat kembali hal-hal yang sebelumnya dianggap biasa. Lia, warga yang tinggal di seberang lokasi, menuturkan bahwa aktivitas dari luar terlihat normal seperti tempat penitipan anak pada umumnya. Orang tua datang dan pergi tanpa hal mencurigakan.

Namun, ia mengaku sering mendengar suara tangisan anak hampir setiap hari.

“Dulu kami pikir wajar karena anak kecil. Tapi setelah ramai seperti sekarang, jadi terasa berbeda,” ujarnya.

Lia juga menyebut pengelola daycare cenderung tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Hal itu membuat aktivitas di dalam sulit diketahui warga.

Kesaksian lain disampaikan Bella Salsabila, orang tua yang pernah menitipkan anaknya sekitar 1,5 tahun lalu. Ia mengaku hanya bertahan dua bulan karena melihat perubahan perilaku anaknya yang menjadi lebih mudah menangis dan enggan kembali ke daycare.

Menurut Bella, anaknya sempat bercerita mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari teman sebaya. Ia telah mengonfirmasi hal tersebut kepada pengelola, yang disebut membenarkan adanya kejadian tersebut.

Munculnya kabar penggerebekan membuat Bella kembali mempertanyakan pengalaman masa lalu anaknya. Ia mengaku kini diliputi kekhawatiran bahwa mungkin ada hal lain yang sebelumnya tidak terungkap.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru