HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berpartisipasi aktif dalam ajang Asia Dive Expo (ADEX) 2026 yang berlangsung di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre, Singapura, pada 10–12 April 2026. Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata selam kelas dunia.
Kemenpar menghadirkan Paviliun Wonderful Indonesia seluas 54 meter persegi dengan melibatkan delapan pelaku industri wisata selam. Partisipasi ini merupakan langkah strategis untuk menarik minat wisatawan mancanegara, khususnya di segmen wisata bahari yang memiliki kontribusi besar bagi pariwisata nasional.
Eksibisi ini menampilkan berbagai destinasi unggulan seperti Raja Ampat, Labuan Bajo, Bali, Lombok, Lembeh, Maratua, hingga Ambon. Melalui kolaborasi dengan berbagai operator dive resort dan center, Indonesia berupaya menunjukkan kekayaan bawah laut yang luar biasa kepada sekitar 15.000 pengunjung.
Dalam ajang tersebut, Indonesia juga bekerja sama dengan maskapai nasional Garuda Indonesia untuk menyediakan informasi aksesibilitas. Dukungan ini mencakup penyediaan konektivitas menuju destinasi wisata bahari serta penawaran harga khusus bagi para pengunjung pameran.
Berkat konsistensi promosi tersebut, Indonesia berhasil meraih penghargaan “Island Tourism of The Year” dalam ajang Blue Legacy Awards 2026. Penghargaan ini menegaskan pengakuan internasional terhadap keunggulan dan pengelolaan pariwisata bahari Indonesia di tingkat global.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa keikutsertaan ini adalah bagian dari transformasi menuju pariwisata yang lebih berkualitas. Fokus utama pemerintah kini beralih pada upaya meningkatkan nilai ekonomi dan keberlanjutan sektor pariwisata.
Pameran ini mencatatkan potensi transaksi yang signifikan bagi industri pariwisata dalam negeri, yakni mencapai Rp7 miliar. Selain nilai transaksi, ajang ini diprediksi mampu mendatangkan tambahan kunjungan sekitar 500 wisatawan mancanegara ke berbagai titik selam di Indonesia.
“Partisipasi Indonesia dalam ajang ini sejalan dengan transformasi pariwisata menuju quality tourism, yakni pariwisata yang menitikberatkan pada pengalaman berkualitas, keberlanjutan, serta kontribusi ekonomi yang lebih tinggi,” ungkap Ni Made Ayu Marthini.
Selain promosi langsung, Kemenpar juga melakukan presentasi di panggung utama dengan tema “Dive Indonesia – Exploring the Ocean, Experiencing Beyond.” Kegiatan ini melibatkan pakar selam untuk mendiseminasi informasi mendalam mengenai potensi bahari Indonesia.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat urgensi promosi ini, di mana tercatat 43,32 persen wisatawan mancanegara melakukan aktivitas wisata bahari di Indonesia. Hal ini menjadikan sektor bahari sebagai motor penggerak utama pertumbuhan pariwisata nasional.
Sebagai negara yang berada di kawasan Coral Triangle, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Potensi alam ini menjadi modal utama dalam memposisikan Indonesia sebagai pemimpin pasar dalam industri wisata selam global.
Melalui partisipasi di ADEX 2026, Indonesia terus memperkuat citra sebagai destinasi wisata bahari unggulan dunia sekaligus mendorong pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Kami optimistis ajang ini mampu meningkatkan minat dan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya penyelam, untuk merasakan langsung keindahan bawah laut Indonesia,” pungkasnya.

