JAKARTA, HOLOPIS.COM – Kepala Bidang Konsumsi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Indri Hapsari menyampaikan bahwa layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia tahun 2026 di Kota Madinah berjalan terstruktur. Distribusi konsumsi tersebut akan dilakukan dengan sistem penyaluran secara langsung ke hotel tempat jemaah menginap.
“Skema ini dirancang untuk menjaga kenyamanan, kesehatan, serta mendukung kekhusyukan ibadah selama di Tanah Suci,” kata Indri dalam siaran persnya, Kamis (23/4/2026).
Sebanyak 23 dapur katering dilibatkan dalam penyediaan konsumsi jemaah. Seluruh proses produksi hingga distribusi berada dalam pengawasan ketat guna menjamin kualitas makanan serta kepatuhan terhadap standar kesehatan.
Distribusi makanan dilakukan tiga kali sehari, mencakup sarapan, makan siang, dan makan malam. Makanan dikirim langsung ke hotel sehingga memudahkan jemaah, terutama lanjut usia, tanpa perlu keluar untuk mencari makan.
Menu yang disajikan mengusung cita rasa Nusantara dengan penggunaan bumbu pasta asli Indonesia. Hal ini dilakukan agar makanan lebih sesuai dengan selera jemaah selama berada di Madinah.
Indri Hapsari juga menegaskan, bahwa sebelum makanan didistribusikan, dilakukan uji kelayakan (meal test) untuk memastikan kualitas, baik rasa maupun kandungan gizinya.
“Kita ada meal test ke Daker atau ke wisma untuk dicoba terlebih dahulu sebelum diberikan kepada jemaah, guna mengecek bahwa konsumsi yang diberikan sudah sesuai dengan ketentuan, baik dari sisi gramasi maupun kualitasnya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan waktu distribusi makanan bagi jemaah. Yakni pagi hari mulai dari jam 5 sampai 8 pagi. Kemudian siang di jam 12 hingga jam 14 diang. Lalu saat sore hari adalah jam 5 sore hingga jam 7 malam.
“Distribusi makanan dilakukan tiga kali sehari, pagi pukul 05.00–08.00 WAS, siang pukul 12.00–14.00 WAS, dan malam pukul 17.00–19.00 WAS,” terang Indri,
Ia menambahkan, standar porsi makanan yang diberikan kepada jemaah telah ditentukan secara rinci. Menurutnya, komposisi tersebut disusun berdasarkan rekomendasi ahli gizi dari Kementerian Kesehatan dan kalangan akademisi.
“Untuk konsumsi jemaah haji tahun ini ada penambahan sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan, asupan protein meningkat dari sebelumnya 75 gram menjadi 80 gram. Begitu juga dengan nasi, dari 150 gram menjadi 170 gram. Selain itu, jemaah juga mendapatkan buah, susu, dan puding yang bervariasi setiap hari serta air mineral 600 ml,” paparnya.
Oleh sebab itu, para jemaah haji diimbau untuk segera mengonsumsi makanan maksimal dua jam setelah diterima demi menjaga kualitas dan keamanan pangan. Lantas untuk jemaah lanjut usia, konsumsi disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan melalui koordinasi dengan ketua kloter. Dengan sistem ini, jemaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah tanpa terganggu kebutuhan logistik harian.
“Untuk konsumsi lansia, diberikan sesuai dengan permintaan dari ketua kloter, yang kemudian disampaikan kepada petugas konsumsi di hotel,” pungkas Indri.

