HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kabar gembira buat kamu yang punya rencana jalan-jalan ke Tembok Besar atau sekadar berburu kuliner di Beijing. Mulai akhir April ini, kamu nggak perlu lagi pusing memikirkan sisa Yuan di dompet atau repot mencari tempat penukaran uang.
Pasalnya, teknologi kebanggaan kita, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), resmi “melebarkan sayap” hingga ke Negeri Tirai Bambu. Bank Indonesia (BI) baru saja membocorkan bahwa per tanggal 30 April nanti, layanan pembayaran lintas negara ini akan resmi diluncurkan secara penuh.
“Mudah-mudahan QRIS antar negara Indonesia-Tiongkok ini mengikuti yang sudah yang Korea kan 1 April kita sudah launching dan nanti untuk Tiongkok ini mudah-mudahan di tanggal 30 April kita bisa launching,” ujar Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, dalam Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (22/4/2026).
Jadi, buat kamu yang berangkat setelah tanggal itu, cukup bawa ponsel dan aplikasi bank atau dompet digital langganan. Kamu tinggal pindai (scan) kode QR saat jajan atau belanja di sana tanpa perlu menukarkan uang tunai terlebih dahulu di money changer.
Meski baru akan diresmikan di akhir bulan, antusiasme warga ternyata sudah “pecah” sejak masa uji coba atau sandboxing. Bayangkan saja, hanya dalam masa tes tersebut, sudah tercatat sebanyak 1,64 juta transaksi yang dilakukan oleh masyarakat.
“Ini baru sandboxing ya baru uji cobanya jadi nanti pada saat launching ini mudah-mudahan akan lebih tinggi lagi,” tambah Filianingsih dalam Rapat Dewan Gubernur BI secara daring, Rabu (22/4/2026).
Angka ini membuktikan bahwa masyarakat kita memang sudah sangat nyaman dengan gaya hidup cashless yang praktis. Total nilai belanjanya pun nggak main-main, karena sudah menyentuh angka yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp 556 miliar!
Bagi kamu yang bertanya-tanya apakah bank atau aplikasi favoritmu bisa digunakan, jangan khawatir karena opsinya sangat banyak. Sudah ada 24 penyelenggara di Indonesia yang siap tempur mendukung layanan ini demi kenyamanan pengguna.
Daftar tersebut terdiri dari 16 bank besar dan 8 lembaga non-bank atau penyedia dompet digital yang sudah sering kita gunakan. Sementara itu, dari pihak Tiongkok sendiri, tercatat sebanyak 19 penyelenggara yang telah bergabung dalam kolaborasi besar ini.
Filianingsih menegaskan bahwa secara fundamental, segala persiapan telah tuntas dilakukan. “Jadi, pada dasarnya baik dari aspek teknis maupun aspek bisnis ini sudah siap untuk diimplementasikan jadi nanti istilahnya tanggal 30 kita akan gunting pita,” jelasnya.
Dengan hadirnya QRIS di Tiongkok, pengalaman traveling akan terasa jauh lebih ringan dan tidak merepotkan lagi. Selain nilai tukar yang biasanya lebih kompetitif dan transparan, faktor keamanan juga menjadi nilai tambah yang sangat krusial bagi pelancong.
Langkah besar ini menyusul kesuksesan peluncuran QRIS di Korea Selatan pada awal bulan ini. Tiongkok menjadi destinasi besar selanjutnya yang masuk dalam ekosistem pembayaran digital Indonesia, jadi sudah siap borong oleh-oleh di Shanghai cuma modal scan kode?

