HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir merendam sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur hingga menyebabkan sejumlah kerusakan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, hujan lebat selama dua jam memicu Daerah Aliran Sungai (DAS) Welang meluap dan merendam permukiman warga di dua kecamatan di Kabupaten Pasuruan.
Dua kecamatan terdampak meliputi Kecamatan Kraton (Desa Sidogiri, Klampisrejo, dan Tambakrejo) serta Kecamatan Pohjentrek (Desa Sukorejo).
“Tercatat sebanyak 1.320 unit rumah terdampak,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (22/4).
Abdul menyebut bahwa banjir masih menggenangi rumah warga dengan ketinggian 10 hingga 60 sentimeter.
Sementara itu, memasuki masa peralihan musim, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem dengan hujan sedang hingga lebat pada periode 22–24 April 2026.
Oleh karena itu, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan memantau kondisi cuaca secara berkala, membersihkan dan memelihara saluran drainase, serta menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan darurat seperti air minum, makanan ringan, pakaian ganti, obat-obatan pribadi, perlengkapan kebersihan, senter, baterai cadangan, power bank, masker, serta dokumen penting yang disimpan dalam wadah kedap air.
“Sebagai langkah lanjutan, pemerintah daerah diharapkan mempersiapkan rencana kedaruratan serta meninjau kesiapan personel dan peralatan agar dapat merespons situasi darurat dengan cepat. Masyarakat juga diimbau tetap waspada dan segera mengikuti arahan aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat bencana,” imbaunya.

