Ikan Sapu-sapu Menggila! Legislator DKI Bongkar Fakta Mengejutkan Sungai Jakarta

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ledakan populasi ikan sapu-sapu di berbagai aliran sungai Jakarta kini tak lagi dipandang sebagai masalah biasa. Fenomena ini justru dianggap sebagai alarm keras atas memburuknya kualitas lingkungan perairan di ibu kota.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menilai penanganan yang dilakukan Pemprov DKI selama ini masih belum menyentuh akar persoalan. Ia bilang pendekatan yang hanya berfokus pada penangkapan massal tak akan cukup untuk menyelesaikan masalah secara menyeluruh.

- Advertisement -

“Kita butuh solusi yang tidak hanya reaktif, tapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat, tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan,” kata Kenneth di Jakarta, Senin, (20/4/2026).

Menurutnya, maraknya ikan sapu-sapu jadi indikator kuat adanya pencemaran air yang serius. Spesies invasif ini justru berkembang pesat di lingkungan yang kualitas airnya buruk. Dengan demikian, keberadaannya mencerminkan kondisi sungai Jakarta yang memprihatinkan.

- Advertisement -

Ia menekankan bahwa pembenahan kualitas air harus menjadi prioritas utama. Upaya tersebut bisa dilakukan melalui pengendalian limbah domestik dan industri. Selain itu, perlu peningkatan sistem sanitasi, serta edukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai.

Lebih lanjut, Kenneth juga mendorong pendekatan inovatif yang tidak hanya menyelesaikan masalah. Namun, juga membuka peluang ekonomi.

Salah satunya adalah pemanfaatan ikan sapu-sapu menjadi produk bernilai tambah. Dengan catatan melalui kajian ilmiah yang ketat agar tetap aman dan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa persoalan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, ambisi Jakarta menjadi kota global harus diiringi dengan pengelolaan lingkungan yang serius.

“Saya secara konsisten terus mengawal kebijakan dan anggaran yang berpihak pada pemulihan ekosistem sungai. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga bagi masa depan Kota Jakarta dan warganya,” ujar Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mengakui bahwa langkah yang saat ini dilakukan masih bersifat jangka pendek.

Kepala Dinas KPKP DKI, Hasudungan A Sidabalok, menjelaskan operasi penangkapan massal tengah digencarkan untuk menekan populasi ikan tersebut agar tidak semakin meluas.

“Sebagai langkah penanganan awal, kami melakukan operasi penangkapan massal. Hasil tangkapan ditangani dengan cara dikubur dalam kondisi mati untuk mencegah dampak lanjutan terhadap lingkungan,” tutur Hasudungan.

Namun demikian, pendekatan berbasis riset mulai dikembangkan sebagai solusi jangka panjang. Sebanyak 1.000 kilogram ikan sapu-sapu hasil tangkapan dari kawasan Setu Babakan telah dimanfaatkan sebagai bahan penelitian oleh Balai Riset Budidaya Ikan Hias Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Penelitian tersebut difokuskan pada pengembangan media kultur budidaya maggot, yang dinilai memiliki potensi sebagai solusi pengelolaan limbah organik sekaligus sumber pakan bernilai ekonomi.

“Ini menjadi salah satu upaya agar penanganan tidak hanya bersifat penanggulangan, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui riset dan inovasi,” ujar Hasudungan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru