HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sejumlah warga Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur mengalami luka-luka pasca bencana gempa bumi berkekuatan 4.7 magnitudo pada Rabu (8/4).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, lokasi gempa berada di 21 kilometer tenggara Larantuka – NTT dan pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 5 kilometer.
“Pada saat gempa terjadi, guncangan dirasakan kuat selama 2 sampai 4 detik oleh warga,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com.
Lokasi terdampak berada di Desa Terong Kecamatan Adonara Timur. Sebanyak lima orang warga mengalami luka berat dan 10 orang warga luka ringan.
“Sedangkan total populasi terdampak sebanyak 100 kepala keluarga,” imbuhnya.
Abdul memastikan bahwa petugas sudah berada di lapangan untuk melakukan upaya penanganan darurat bencana seperti pendataan, monitoring dampak gempa, pendirian tenda pengungsi dan pendistribusian bantuan bagi para warga terdampak.
Abdul kemudian mengimbau agar warga tetap tenang. Warga segera berlindung jika gempa kembali terjadi dan menuju lapangan terbuka.
“Di samping itu, masyarakat diminta untuk selalu mengikuti arahan dan informasi dari petugas yang berwenang,” imbaunya.

