HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tekanan dan ketidakpastian, PT Bank OCBC NISP Tbk justru menunjukkan ketahanan sekaligus ‘kemurahan hati’ kepada para investornya.
Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 9 April 2026, bank dengan kode saham NISP ini resmi membagikan dividen tunai dalam jumlah besar. Langkah itu menegaskan posisi OCBC NISP sebagai salah satu emiten perbankan yang konsisten memberikan imbal hasil menarik.
Dalam keputusan RUPST, perseroan menyepakati pembagian dividen sebesar Rp65 per saham, dengan total nilai mencapai sekitar Rp1,03 triliun.
Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.
“Dividen payout ratio ini mencapai 20,42 persen dari laba bersih tahun berjalan. Selain itu, Rp1 miliar kami alokasikan sebagai cadangan umum, dan sisanya ditetapkan sebagai laba ditahan,” kata Parwati dalam paparan RUPST di Jakarta, Kamis, (9/4/2026).

Di balik pembagian dividen jumbo, kinerja perusahaan tetap ditopang strategi yang terukur.
Parwati menjelaskan bahwa pertumbuhan yang dicapai bukan sekadar ekspansi agresif. Tapi, juga hasil dari pengelolaan yang seimbang antara penyaluran kredit, manajemen risiko, dan penguatan dana murah.
Menurut dia, ada pertumbuhan yang berkualitas dengan fundamental permodalan dan likuiditas yang tetap kuat.
“Di tengah dinamika global yang menantang, Bank telah menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit yang selektif, pengelolaan risiko yang baik, serta penguatan CASA dan basis nasabah yang berkelanjutan,” ujar Parwati.
Pendekatan ini sekaligus mencerminkan upaya perusahaan dalam memperkuat tata kelola dan sistem manajemen risiko yang terintegrasi.
Salah satu sorotan utama kinerja OCBC NISP ada pada sisi penghimpunan dana.
Sepanjang 2025, total Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 18 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp244 triliun.
Lebih menarik lagi, pertumbuhan tersebut didorong oleh lonjakan dana murah (CASA) sebesar 24 persen, yang membuat rasio CASA naik ke level 58 persen.
Capaian ini menjadi indikator penting karena dana murah merupakan sumber likuiditas yang lebih stabil dan efisien bagi bank. Pun, dari sisi permodalan, OCBC NISP juga menunjukkan daya tahan yang kuat.
Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 24,5 persen, jauh di atas batas minimum regulasi. Angka ini memberikan ruang besar bagi perseroan untuk melakukan ekspansi bisnis ke depan tanpa tekanan berarti.
Kondisi ini membuat bank dinilai relatif “tahan banting” terhadap gejolak ekonomi maupun potensi risiko di sektor keuangan.
Selain fokus pada kinerja keuangan, perusahaan juga melakukan penguatan di sisi tata kelola.
OCBC NISP resmi mengangkat Habibullah dan Aini Masruroh sebagai anggota baru Dewan Pengawas Syariah.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat lini bisnis syariah yang kian berkembang, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dalam operasional perusahaan.



