HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Badan Pengaturan BUMN tengah mempercepat langkah besar dengan menggabungkan 15 perusahaan BUMN di sektor logistik menjadi satu entitas nasional. Proses konsolidasi ini ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan ke depan.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi besar BUMN untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi bisnis.
“Kita akan mengonsolidasikan 15 (BUMN logistik), sudah mulai prosesnya. InsyaAllah juga dalam satu bulan ini akan selesai dan akan kita announce 15 perusahaan menjadi satu perusahaan logistik nasional,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Dalam skema ini, PT Pos Indonesia diproyeksikan menjadi perusahaan utama (holding) yang akan menaungi berbagai entitas logistik BUMN lainnya. Beberapa di antaranya adalah PT Semen Indonesia Logistik, PT Pupuk Indonesia Logistik, hingga PT KAI Logistik.
Langkah ini diharapkan mampu menyederhanakan proses bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing BUMN logistik di tingkat nasional maupun global.
Dony menambahkan, konsolidasi ini merupakan bagian dari restrukturisasi BUMN yang ditargetkan rampung pada tahun 2026.
“InsyaAllah mudah-mudahan semakin cepat proses transformasi BUMN dan semakin terasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia,” imbuhnya.
Sebelumnya, Prabowo Subianto juga menegaskan pentingnya restrukturisasi dan pengurangan jumlah BUMN agar lebih efisien dan kompetitif. Menurutnya, model konsolidasi telah terbukti berhasil meningkatkan kinerja perusahaan negara.
Ia mencontohkan keberhasilan BPI Danantara yang mampu mencatat return on asset (ROA) hingga 300 persen dalam tahun pertamanya.
“Jadi, premis kita ternyata benar. Konsolidasi satu manajemen dengan rasional, dengan standar-standar terbaik dunia, return on asset saya terima di atas 300 persen,” ujar Prabowo.
Dengan konsolidasi ini, pemerintah berharap layanan logistik nasional menjadi lebih terintegrasi, efisien, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

