HOLOPIS.COM, JAKARTA — Badan Pengelola (BP) BUMN kini tengah merajut strategi besar untuk mengubah wajah perusahaan plat merah agar tidak sekadar menjadi mesin pencetak laba.
Transformasi ini bertujuan agar BUMN mampu menjadi jantung yang menghidupkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia secara nyata. Langkah berani ini ditegaskan dalam sebuah pertemuan krusial yang dipimpin langsung oleh Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria.
Di bawah pendar lampu ruang rapat, para petinggi BP BUMN berkumpul untuk menyelaraskan gerak langkah mereka dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Fokus utamanya sangat jelas yaitu transformasi BUMN harus melampaui angka-angka di atas kertas dan mulai menyentuh realitas kehidupan masyarakat sehari-hari.
Dony Oskaria menekankan bahwa mandat BUMN di masa depan bersifat ganda, mencakup aspek komersial sekaligus tanggung jawab publik. Perusahaan-perusahaan ini kini berdiri di persimpangan antara penciptaan nilai ekonomi yang kompetitif dan tanggung jawab sosial yang nyata.
Untuk mencapai keseimbangan tersebut, BP BUMN mendorong penguatan fondasi yang meliputi pengembangan talenta-talenta unggul bangsa. Selain itu, percepatan inovasi teknologi juga menjadi prioritas guna memastikan BUMN tetap relevan di tengah persaingan pasar global.
Transparansi dan akuntabilitas bukan lagi sekadar jargon administratif, melainkan fondasi utama dalam menjalankan mandat dengan integritas tinggi. BP BUMN yakin bahwa setiap rupiah yang dikelola negara akan kembali dalam bentuk manfaat publik yang optimal, dari infrastruktur hingga ekosistem ekonomi rakyat.
Melalui ekosistem yang tangguh dan adaptif, BUMN diharapkan menjadi pilar pembangunan nasional yang manfaatnya dirasakan berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat.

