Iran Kecualikan Irak dari Pembatasan Selat Hormuz, Ajak Perangi AS-Israel

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Iran mengumumkan pengecualian bagi Irak dari kebijakan pembatasan navigasi di Selat Hormuz, di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Juru Bicara Militer Iran, Ibrahim Zolfaqari, menegaskan bahwa kebijakan pembatasan salah satu lintasan strategis pengangkut minyak dunia tersebut tidak berlaku untuk kapal-kapal Irak.

“Irak telah dikecualikan dari pembatasan yang kami terapkan di Selat Hormuz,” kata Ibrahim Zolfaqari, dikutip Holopis.com, Minggu (5/4/2026).

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pembatasan tetap diberlakukan bagi kapal dari Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara yang mendukung kedua negara tersebut.

“Rakyat Irak dan Iran akan menang bersama dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel ini,” ujar Ibrahim.

Langkah ini diambil tidak lama setelah konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pecah pada akhir Februari lalu. Sebagai respons, Teheran langsung memberlakukan pembatasan navigasi di Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi energi global.

- Advertisement -

Selat tersebut dikenal sebagai salah satu choke point terpenting dunia, dengan sekitar 20 juta barel minyak melintas setiap hari sebelum pembatasan diberlakukan. Iran bahkan mengancam akan menyerang kapal yang melintas tanpa koordinasi sebelumnya.

Kebijakan ini berdampak luas terhadap pasar global. Biaya pengiriman dan premi asuransi melonjak, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global.

Konflik sendiri dipicu oleh serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu ke wilayah Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, serta sejumlah negara di kawasan seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Serangan balasan ini menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, hingga gangguan pada pasar global dan sektor penerbangan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU