HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menormalkan kondisi kota setelah dihantam lonjakan volume sampah pascalibur Lebaran dan gangguan operasional akibat longsor di TPST Bantargebang. Fokus utama kini percepatan pemulihan layanan kebersihan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengakui adanya penumpukan sampah di sejumlah titik dalam kota. Kondisi ini dipicu kombinasi meningkatnya produksi sampah selama Lebaran dan penyesuaian operasional di TPST Bantargebang pascakejadian longsor.
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan pihaknya tak menutup-nutupi kondisi tersebut dan langsung mengambil langkah taktis di lapangan.
“Pascalebaran dan adanya kejadian longsor di TPST Bantargebang beberapa waktu lalu, terjadi penumpukan sampah di beberapa titik di dalam kota. Kami tidak menutup-nutupi kondisi ini dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi,” kata Asep di Jakarta, dikutip pada Jumat, (3/4/2026).
Sebagai solusi, ia menuturkan DLH menerapkan sistem pengangkutan berbasis tiga shift setiap hari. Skema ini dirancang untuk mengurai antrean truk sampah sekaligus menjaga kelancaran distribusi menuju TPST Bantargebang tanpa harus membatasi kuota pengiriman.
Asep mengatakan, kebijakan ini murni optimalisasi sistem kerja, bukan pembatasan volume sampah.
Dengan pengaturan tersebut, waktu tunggu truk (dwelling time) berhasil ditekan agar tak melebihi tiga jam. Selain meningkatkan efisiensi, langkah ini juga bertujuan menjaga keselamatan para sopir.
“Kami ingin memastikan para sopir bekerja dalam kondisi aman dan teratur, sekaligus menjaga kelancaran operasional pengangkutan sampah,” lanjut Asep.
Di sisi lain, DLH juga mengintensifkan pembersihan di titik-titik krusial. TPS Kali Anyar dilaporkan sudah kembali bersih setelah proses pengosongan rampung.
Penanganan lebih tegas dilakukan di TPS Rawadas yang merupakan TPS liar. Lokasi ini kini telah ditutup permanen melalui kolaborasi lintas instansi di kawasan TPU Pondok Kopi.
Sementara itu, TPS Kencana di bawah Tol Tanjung Priok masih dalam tahap penanganan. Setelah bersih, area tersebut akan dipermanenkan penutupannya dengan pagar besi serta pengawasan ketat melalui posko gabungan.
DLH menargetkan dalam waktu dekat operasional pengangkutan sampah kembali normal sepenuhnya. Sisa sampah pascaarus balik Lebaran juga terus dikebut untuk segera diproses di fasilitas seperti TPST Bantargebang dan RDF Plant.
Dia menekankan Pemprov DKI berkomitmen percepat penanganan sampah di dalam kota agar warga Jakarta nyaman.
“Seluruh jajaran DLH terus bekerja maksimal agar kondisi segera pulih dan pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan optimal,” tutur Asep.

