Lebaran di Planet Merah: ‘Pelangi di Mars’ Siap Dobrak Standar Film Sci-Fi Indonesia

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Apa jadinya jika momen Lebaran tahun 2026 tidak dirayakan dengan mudik antar kota, melainkan dengan kisah petualangan di planet Mars? Sineas Indonesia baru saja melakukan lompatan besar.

Bukan sekadar drama keluarga biasa, film terbaru bertajuk “Pelangi di Mars” siap menjadi primadona di layar lebar dengan membawa penonton melintasi atmosfer Bumi.

Film garapan sutradara visioner Upie Guava ini bukan sekadar tontonan liburan, melainkan sebuah pernyataan bahwa industri kreatif Indonesia telah memasuki level baru dalam penggunaan teknologi film global.

Premisnya cukup unik dan menyentuh. Kita akan mengikuti kisah Pelangi, gadis berusia 12 tahun yang tidak pernah menginjakkan kaki di Bumi. Ia lahir di Mars setelah Bumi dilanda krisis air yang ekstrem.

Sesuatu yang membuat film ini terasa sangat “Indonesia” adalah kehadiran Batik, sebuah robot peninggalan sang ibu yang setia menemani Pelangi dalam misi mencari mineral Zeolith Omega.

Ini adalah perpaduan yang jarang terjadi di sinema lokal: fiksi ilmiah murni yang dibalut dengan kehangatan hubungan keluarga dan tanggung jawab terhadap masa depan ekologi planet kita.

- Advertisement -

Satu hal yang paling mencuri perhatian dari produksi ini adalah penggunaan teknologi Extended Reality (XR) berbasis Unreal Engine—teknologi yang sama yang digunakan dalam produksi serial The Mandalorian.

“Penggunaan virtual production dan motion capture yang dikembangkan tim lokal membuktikan bahwa kreator kita mampu bersaing di standar dunia,” ujar Produser Dendy Reynando.

Dengan teknologi ini, lanskap padang pasir Mars yang gersang hingga kecanggihan pangkalan luar angkasa dibangun secara digital dengan presisi yang sangat realistis, tanpa harus meninggalkan studio di Indonesia.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf, Agustini Rahayu, menyebut film ini sebagai ‘new engine of growth’. Selama ini, pasar film keluarga Indonesia sering kali didominasi oleh genre horor atau komedi slapstick. “Pelangi di Mars” hadir mengisi kekosongan genre sains yang selama ini dianggap “sulit” atau mahal untuk diproduksi.

Bagi sutradara Upie Guava, film ini adalah surat cinta untuk anak-anak Indonesia agar berani bermimpi menjadi astronot atau ilmuwan. Di tengah euforia menuju Indonesia Emas, film ini menanamkan rasa ingin tahu yang besar terhadap sains sejak dini.

Dukungan penuh juga mengalir dari Direktur Utama PFN (PT Produksi Film Negara Persero), Ifan Seventeen, yang menyebut film ini sebagai salah satu pionir penggunaan virtual production di Asia Tenggara.

Jangan lewatkan petualangan antargalaksi ini. “Pelangi di Mars” dijadwalkan meluncur di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momentum Ramadan dan menyambut Hari Raya Lebaran. Persiapkan diri Anda untuk melihat bagaimana warna-warni pelangi tetap bisa muncul, bahkan di langit Mars yang kemerahan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Muhammad Ibnu Idris
Dede Suhadi, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU