Menyambangi Tonyraka Art Gallery: Titik Temu Tradisi Bali dan Seni Kontemporer di Ubud

0 Shares

UBUD, HOLOPIS.COM Di tengah transformasi digital global yang kian masif, Tonyraka Art Gallery di Ubud, Bali, membuktikan diri sebagai pilar penting yang menghubungkan warisan budaya lokal dengan standar seni rupa internasional.

Keunikan galeri ini menarik perhatian Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung ekosistem seni rupa yang menjadi motor penggerak pariwisata berbasis budaya di wilayah tersebut, Sabtu (9/5/2026).

Tonyraka Art Gallery bukan sekadar ruang pameran biasa, melainkan pusat interaksi kreatif yang secara aktif menjembatani seni tradisional Bali dengan praktik seni modern melalui berbagai medium seperti lukisan, patung, hingga seni instalasi.

Keberadaan galeri independen ini memperkuat posisi Ubud sebagai destinasi wisata minat khusus bagi para kolektor dan pencinta seni dunia yang mencari keaslian di tengah arus seni kontemporer dunia.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyatakan bahwa keberhasilan Tonyraka terletak pada kemampuannya menjaga relevansi nilai lokal agar tetap kompetitif di pasar global melalui sinergi antara tradisi dan inovasi.

Sinergi inilah yang memberikan nilai tambah bagi ekonomi kreatif Indonesia sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan yang berkunjung ke Bali, memberikan kedalaman makna di balik sekadar kunjungan wisata biasa.

- Advertisement -

“Tonyraka Art Gallery merupakan contoh nyata bagaimana ruang kreatif di Bali mampu menjaga relevansi budaya lokal di tengah derasnya arus seni kontemporer,” ujar Wamen Ekraf Irene Umar di sela peninjauan pameran.

Beliau juga menambahkan bahwa kehadiran kementerian di galeri tersebut bertujuan memastikan ekosistem seni rupa terus mendapatkan dukungan kebijakan yang tepat agar dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang inklusif.

Lebih lanjut, kunjungan ini menyoroti pentingnya elemen manusia dan kecerdasan emosional dalam menciptakan karya seni yang bermakna, terutama di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) belakangan ini.

Tonyraka Art Gallery dianggap berhasil mempertahankan “ruh” seni melalui kurasi karya yang menonjolkan sisi psikologis dan kultural, menjadi daya tarik unik bagi wisatawan mancanegara yang merindukan interaksi otentik.

“Teknologi adalah alat, namun rasa dan karsa manusia adalah ruh yang memberikan makna pada setiap karya. Itulah mengapa kecerdasan emosional tetap menjadi fondasi yang tak tergantikan oleh mesin,” tegas Irene Umar.

Didirikan oleh Tony Raka, galeri ini terus berkembang menjadi ruang dialog yang menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan yang mendukung keberlangsungan hidup para seniman berbakat tanah air serta ekosistem pariwisata Ubud.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Muhammad Ibnu Idris
Dede Suhadi, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU