HOLIPIS.COM, BALI – Menjelang hiruk-pikuk libur Lebaran 2026, suasana di Pulau Dewata mulai menghangat. Bukan sekadar soal kemacetan, melainkan persiapan “karpet merah” bagi para pemudik dan wisatawan domestik yang diprediksi akan membanjiri Bali.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, turun gunung melakukan inspeksi mendadak namun estetik ke sejumlah titik ikonik pada Jumat (6/3). Bukan sekadar kunjungan formal, peninjauan ini memperlihatkan sisi lain dari kesiapan infrastruktur Bali yang semakin canggih dan peduli pada keselamatan.
Salah satu momen paling menarik dalam kunjungan ini adalah saat Ni Luh Puspa menanjak hingga ke titik tertinggi di dalam patung Garuda Wisnu Kencana (GWK). Jarang yang tahu bahwa di balik megahnya eksterior patung tembaga raksasa tersebut, terdapat struktur interior yang rumit nan artistik yang kini menjadi bagian dari pengalaman wisata premium.
Dari puncak mahkota Wisnu, Wamenpar memastikan bahwa sistem manajemen pengunjung dan command center di GWK sudah siap tempur menghadapi ribuan orang yang akan datang secara bersamaan.
Bergeser ke ujung selatan, DTW Uluwatu yang tersohor dengan Tari Kecak di bibir tebingnya, juga tak luput dari pantauan. Uniknya, pengelola Uluwatu kini sangat detail dalam mitigasi alam. General Manager DTW Uluwatu, I Wayan Wijana, mengungkapkan bahwa “perawatan rambut” alias pemangkasan ranting pohon menjadi prioritas.
“Karena ini kawasan terbuka, angin kencang adalah tantangan. Kami tidak ingin ada pohon tumbang yang mengganggu momen sunset wisatawan,” jelasnya. Uluwatu menargetkan kunjungan hingga 6.000 orang per hari, naik 50% dari hari biasa.
Di Pantai Melasti dan Pantai Kuta, fokus beralih ke para pahlawan berbaju oranye: Balawista (lifeguard). Wamenpar menekankan bahwa liburan yang menyenangkan adalah liburan yang aman. Seluruh bibir pantai di Badung dipastikan terjaga oleh personil yang siap siaga, lengkap dengan fasilitas medis dan ambulans yang siaga 24 jam.
Kementerian Pariwisata juga telah menyebarkan “surat cinta” berupa Surat Edaran kepada seluruh pelaku usaha agar tetap menjaga standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability). Jadi, bagi Anda yang berencana Lebaran di Bali, tak perlu khawatir.
Kesiapan Bali pada tahun 2026 ini menonjolkan beberapa aspek krusial, mulai dari sinergi BPBD dan Kepolisian yang telah merampungkan simulasi “gladi bersih” penyelamatan di berbagai objek wisata, hingga dibukanya akses interior GWK sebagai daya tarik wisata edukasi struktur yang dipantau ketat keamanannya.
Selain itu, langkah mitigasi cuaca melalui pemangkasan vegetasi secara masif di area tebing juga dilakukan demi menjamin kenyamanan wisatawan saat menghadapi potensi angin kencang.
“Kami ingin memastikan semua orang bisa pulang membawa kenangan indah, bukan masalah,” tutup Ni Luh Puspa di sela-sela deburan ombak Kuta.


