IHSG Terjungkal, Menkeu Purbaya Tanggapi Santai: Time to Buy

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi santai pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup di level 7.585 pada akhir perdagangan Jumat (6/3/2026).

Menurut Purbaya, sentimen negatif di pasar saham kali ini dipicu oleh keputusan Fitch Ratings yang merevisi prospek (outlook) utang Indonesia dari “Stabil” menjadi “Negatif”.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia tidak mengalami perubahan buruk secara struktural. Purbaya bahkan menilai ekonomi nasional masih berada dalam fase percepatan pertumbuhan.

“Jadi enggak usah takut, S&P, Fitch yang mengeluarkan outlook negatif. Wah, digabung dengan global ya, sahamnya jatuh, perusahaan-perusahaannya jatuh. Enggak, fondasi kita masih kuat, enggak ada yang berubah. Kita masih dalam fase akselerasi pertumbuhan ekonomi,” kata Purbaya dalam keterangannya, dikutip Holopis.com, Sabtu (7/3/2026).

Ia menilai koreksi yang terjadi di pasar saham domestik lebih bersifat jangka pendek dan dipengaruhi persepsi pasar terhadap laporan lembaga pemeringkat internasional.

Purbaya bahkan melihat penurunan harga saham sebagai peluang bagi investor untuk masuk ke pasar. Ia meminta pelaku pasar dan masyarakat tidak panik menghadapi volatilitas yang terjadi.

- Advertisement -

“Kemarin itu turun lagi kan, time to buy sebetulnya. Jadi ya enggak usah takut,” ujar dia.

Menanggapi berbagai peringatan dari lembaga keuangan global seperti S&P Global Ratings, Moody’s Investors Service, Goldman Sachs, hingga MSCI, Purbaya memastikan pemerintah terus memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Sebagai Bendahara Negara, ia menyatakan secara aktif memantau berbagai indikator ekonomi dan fiskal guna menutup potensi kelemahan dalam struktur ekonomi.

“Memang fondasinya diperbaiki, betul-betul diperbaiki, saya monitor terus kelemahan-kelemahan ekonomi, yang jelas kita akan perbaiki terus ke depan,” tuturnya.

Sebagai informasi, Fitch tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB atau kategori investment grade.

Namun lembaga tersebut merevisi prospek menjadi negatif karena kekhawatiran terhadap ketidakpastian bauran kebijakan ekonomi di masa depan serta potensi tekanan fiskal.

Perubahan outlook tersebut menjadi sinyal bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU