HOLOPIS.COM, JAKARTA – Satgas Gabungan TNI-Polri berhasil memukul mundur teroris Papua atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya.
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigadir Jenderal Polisi Faizal Rahmadani menjelaskan hal tersebut bermula saat petugas terlibat baku tembak dengan teroris Papua pada Minggu (1/3).
“Setelah kontak tembak yang terjadi, tim gabungan TNI/Polri berhasil menguasai markas KKB pimpinan Aibon Kogoya dan mengamankan sejumlah barang bukti,” kata Faizal dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (2/3).
Penyerangan itu dilakukan setelah sebelumnya pihak yang mengaku sebagai Panglima Kodap III D Dulla Aibon Kogoya telah menyerang pos keamanan PT Kristalin di Nabire.
Petugas kemudian langsung menyerbu lokasi persembunyian anggota KKB yang berada di kawasan hutan Nabarua, Kampung Kali Haparan, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire.
Karena terdesak saat kontak tembak terjadi, KKB kemudian kabur dari markas persembunyiannya dan meninggalkan sejumlah barang.
Petugas mengamankan setidaknya 561 butir amunisi dari berbagai kaliber, baik untuk senjata laras panjang maupun pendek, serta 10 magazin jenis SS1 dan senjata api jenis AK-101.
“Selain itu, diamankan 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky, serta uang tunai sebesar Rp79.900.000,” imbuhnya.
Ia menambahkan dari 12 unit telepon genggam yang diamankan, terdapat dua unit telepon genggam yang diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya, yakni anggota Brimob Batalion C yang gugur akibat aksi penyerangan tahun lalu dan karyawan sipil atau petugas keamanan dalam peristiwa pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire.


