Raffi Ahmad Gaet Kreator Kuliner dalam Aksi Sosial 1.000 Takjil

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menghadiri kegiatan pembagian takjil dalam rangkaian acara Harmoni Imlek Nusantara di Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (27/2).

Kehadirannya dalam acara tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku industri kreatif, dan komunitas dalam bingkai toleransi antarumat beragama.

Kehadiran sosok yang dijuluki “Sultan Andara” ini memberikan warna tersendiri. Raffi tidak sendirian; ia bersinergi dengan tokoh-tokoh penting seperti Wamen Ekraf Irene Umar dan Wamen PPPA Veronica Tan. Namun, fokus perhatian warga tentu saja tertuju pada aksi energik Raffi saat berinteraksi dengan masyarakat.

Bagi Raffi, acara ini bukan sekadar seremoni bagi-bagi makanan. Ia melihatnya sebagai sebuah pesan kuat tentang indahnya toleransi yang dikemas melalui kacamata ekonomi kreatif.

“Jadi ini memaknai bahwa toleransi antarumat beragama itu penting. Harmoni Imlek Nusantara ini kami hadirkan sebagai alternatif hiburan keluarga yang positif selama bulan Ramadan,” ujar Raffi dengan gaya khasnya yang komunikatif.

Pernyataan Raffi ini menyoroti bagaimana sebuah perayaan budaya dalam hal ini Imlek bisa melebur dengan indahnya suasana Ramadan melalui kolaborasi lintas komunitas.

- Advertisement -

Keunikan acara ini memuncak saat Raffi bergabung dengan para maestro konten kuliner, Daddy Kuliner dan Jejouw (Jeffry Jouw). Mereka membagikan 1.000 porsi es kelapa jelly dari Gococo yang memiliki tampilan estetik.

Jeffry Jouw bahkan menyebut bahwa sajian ini punya filosofi mendalam. “Warna es merah putih ini menggambarkan semangat yang luar biasa. Ini adalah akulturasi buat semuanya; makanannya halal, jadi kita bisa makan bareng-bareng tanpa sekat,” jelas Founder USS tersebut.

Langkah Raffi Ahmad dalam acara ini dinilai sebagai bentuk “diplomasi takjil”. Sebagai pembina generasi muda, ia menunjukkan bahwa ekonomi berbasis budaya dan kearifan lokal bisa menjadi alat pemersatu bangsa yang sangat efektif.

Alih-alih hanya memberikan pidato formal, Raffi memilih untuk berada di tengah kerumunan, memastikan setiap warga mendapatkan takjilnya, sekaligus menyampaikan pesan bahwa di Indonesia, perbedaan budaya adalah kekuatan, bukan hambatan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi daerah-erah lain untuk menciptakan ruang kolaborasi serupa, di mana kreativitas, kuliner, dan toleransi bisa berjalan beriringan dalam satu harmoni yang indah.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU