HOLOPIS.COM, LONDON – Pemerintah menyiapkan langkah besar dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) teknologi. Sebanyak 15 ribu engineer Indonesia akan dilatih dalam ekosistem Arm Limited sebagai bagian dari kerja sama strategis dengan Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksi program tersebut akan menjadi fondasi penguasaan desain chip nasional, sekaligus mempercepat transformasi industri semikonduktor Indonesia.
Airlangga menyampaikan, bahwa Arm Limited merupakan perusahaan asal Inggris yang menguasai pasar semikonduktor, terutama dari segi desain chip yang menjadi hulu dari industri semikonduktor.
“Dengan kerjasama ini diharapkan Indonesia bisa melakukan pelatihan terhadap 15 ribu engineer kita di dalam ekosistem ARM agar mereka bisa menguasai teknologi chip desain,” kata Airlangga usai acara penandatanganan, dikutip Holopis.com, Selasa (24/2/2026).
Rencana kerja sama antara Danantara dan Arm Limited ini, kata Airlangga, akan berlanjut pada pengembangan chip, sehingga Indonesia mempunyai kemampuan penuh di bidang semikonduktor.
menurutnya, hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk penguasaan teknologi secara mandiri terutama di sektor elektronik, sektor yang sangat strategis.
“Ini melengkapi sektor ketahanan pangan ketahanan energi dan yang ini yang leapfrog untuk di digital ekosistem,”
tuturnya.
Skema Pelatihan 15 Ribu Engineer RI
CEO Danantara yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslan dalam kesempatan yang sama menjelaskan, pelatihan akan dilakukan melalui dua skema, yakni pengiriman engineer Indonesia ke luar negeri, serta menghadirkan pengajar ARM ke Tanah Air.
“Penantangan dengan ARM sini yang dimana memang tindak lanjut tindak lanjut dari penantangan ini dengan kami, Danantara dan tentunya ini diharapkan bisa memberikan dampak yang sangat positif terhadap beberapa industri kita.
Memang akan ada enam industri yang akan dipilih untuk pengembangan dari chips ini dan rencananya juga seperti yang saya katakan Pak Menko
“Ada 15 ribu engineers kita yang akan di train, dilatih oleh Arm sini, baik dengan mengirimkan mereka ke sini ataupun nanti akan pengajar mereka akan datang ke Indonesia dengan modul-modulnya, dan harapannya ini akan membuat suatu lompatan atau leapfrog dari semiconductor industri yang ada di Indonesia,” terang Rosan.
Adapun program yang menjadi bagian dari upaya penguatan SDM ini akan melibatkan perguruan tinggi nasional. Pemerintah telah menyiapkan kolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Indonesia untuk membangun kapabilitas software dan desain chip.
“Selama ini kita sudah mempersiapkan hampir 2 tahun dengan ITB, dengan Gajah Mada, dengan UI, dimana nanti mereka akan dilatih oleh trainer dari ARM ekosistem,” pungkas Airlangga.
Langkah ini menandai pergeseran strategi industrialisasi Indonesia yang tak hanya membangun pabrik, tetapi terlebih dahulu membangun talenta unggul yang siap bersaing di industri semikonduktor global.



