HOLOPIS.COM, JAKARTA – Korps Marinir melalui Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi 2 Marinir (Yonranratfib 2 Mar) terus berupaya meningkatkan profesionalisme prajurit. Selain itu, pasukan elite TNI AL itu juga fokus dalam kesiapan operasional satuan.
Salah upaya korps marinir itu menggelar latihan naik turun kendaraan khusus (Ransus) menggunakan media opleger. Kegiatan itu dilakukan sebagai rangkaian Latihan Perorangan Kesenjataan (LPK) Triwulan I Tahun Anggaran 2026.
Dari keterangan Dinas Penerangan (Dispen) TNI AL, kegiatan itu dilaksanakan di garasi kendaraan tempur (Ranpur) Yonranratfib 2 Marinir, Kesatrian Marinir Soepraptono, Ujung, Surabaya.
Melalui Latihan itu,Yonranratfib 2 Mar ingin focus terhadap peningkatan keterampilan mengemudi kru Ranpur dalam menghadapi berbagai kondisi medan.
“Khususnya saat proses mobilisasi kendaraan tempur menggunakan sarana angkut berat seperti opleger,” demikian keterangan Dispen TNI AL.
Kemampuan mengemudi Ranpur merupakan kompetensi dasar yang wajib dimiliki setiap prajurit Kavaleri Marinir. Hal ini mengingat karakteristik tugas satuan yang menuntut mobilitas tinggi dalam mendukung distribusi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan perlengkapan tempur di berbagai medan operasi.
Kemudian, saat latihan, prajurit marinir dihadapkan pada simulasi manuver naik dan turun opleger dengan tingkat kemiringan tertentu. Kondisi ini menuntut penguasaan teknik berkendara secara presisi.
“Termasuk pengaturan gigi, penggunaan rem, pengendalian kopling, hingga penerapan teknik engine brake guna menjaga stabilitas kendaraan di medan ekstrem,” jelas Dispen TNI AL.
Komandan Yonranratfib 2 Marinir, Letkol Mar Arif Wahyudi, mengatakan keterampilan mengemudi Ranpur bukan hanya kemampuan teknis semata. Tapi, juga bagian dari tanggung jawab profesional prajurit di lapangan.
“Melainkan bagian dari tanggung jawab profesional seorang prajurit yang membutuhkan kerja sama yang solid antar Kru Ranpur,” kata Letkol Arif.
Pun, dia juga mengingatkan agar seluruh prajurit marinir bisa mengikuti setiap tahapan latihan dengan disiplin. Lalu, mengikuti latihan dengan tanggung jawab untuk memastikan kesiapan operasional satuan.
“Kuasai materi ini dengan baik karena kesiapan kendaraan dan kecakapan pengemudi adalah faktor penentu keberhasilan tugas di lapangan,” lanjut Letkol Arif.
Dia minta agar prajurit marinir terus adaptif dan Tangguh.
“Jadilah prajurit yang adaptif, tangguh, dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap penugasan,” tutur Letkol Arif.

