HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menaruh perhatian terhadap wilayah yang rawan tawuran selama bulan Ramadan. Lokasi yang jadi rawan tawuran bakal diperkuat pengamanannya.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan menjelaskan ada 43 titik lokasi Jakarta yang masuk kategori rawan tawuran. Data itu dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta.
Satriadi menjelaskan pengamanan akan ditingkatkan dengan manggandeng TNI dan polisi. Dia bilang Pemprov DKI berkomitmen terus mengawasi dan bersiaga di titik-titik lokasi rawan tawuran selama Ramadhan.
“Lokasi-lokasi yang biasa dilaksanakan tawuran, kami gandakan pengamanannya. Kalau titik rawan tawuran ada sekitar 43 titik ya,” kata Satriadi di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Pun, untuk upaya penertiban, sebanyak 1.900 personel Satpol PP bakal disiagakan setiap hari. Koordinasi akan terus dijaga dengan aparat TNI-Polri.
“Penempatannya bisa dua kali lipat daripada yang biasanya gitu. Pengamanan kita selalu berkoordinasi dengan tiga pilar,” tutur Satriadi.
Lebih lanjut, dia menambahkan Pemoprov DKI melalui Satpol PP juga akan rutin menggelar razia minuman keras ilegal. Razia itu termasuk di tempat-tempat hiburan untuk menjaga ketertiban.
“Kami tidak bisa beritahukan jadwalnya kapan, nanti malah tidak jadi itu razianya,” ujar Satriadi.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan aturan untuk sejumlah tempat seperti klub malam, diskotek, mandi uap, rumah pijat, dan bar tutup satu hari sebelum Ramadhan hingga satu hari setelah hari ke-2 Lebaran.
Tapi, ada pengecualian bagi usaha yang berlokasi di hotel bintang empat dan lima serta kawasan komersial tertentu. Syaratnya tak berdekatan dengan permukiman warga, rumah ibadah, sekolah dan rumah sakit.
Pemprov DKI juga melarang keras pelaku usaha menampilkan konten pornografi, pornoaksi, dan erotisme. Selain itu, dilarang juga menyediakan perjudian atau narkoba, serta menimbulkan gangguan terhadap lingkungan.


