HOLOPIS.COM, JAKARTA – Harga emas dunia diproyeksikan terus melesat seiring meningkatnya ketidakpastian global dan melemahnya kepercayaan terhadap mata uang fiat.
Analis komoditas CIBC merilis proyeksi terbaru yang menunjukkan pandangan semakin optimistis terhadap prospek logam mulia sebagai aset lindung nilai utama.
Dalam laporan terbarunya, CIBC memperkirakan harga emas dunia akan mencatat rata-rata US$ 6.000 per ons troi sepanjang tahun ini.
Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan proyeksi sebelumnya pada Oktober 2025 yang berada di level US$ 4.500 per ons troi.
Bank asal Kanada itu menilai tren kenaikan harga emas masih akan berlanjut dalam jangka menengah hingga panjang, hingga harga rata-rata emas diperkirakan mencapai puncaknya di sekitar US$ 6.500 per ons troi pada 2027.
Optimisme tersebut muncul setelah harga emas berhasil menembus area resistensi baru di kisaran US$ 5.000 per ons troi dan memasuki fase konsolidasi.
Meski pasar sempat mengalami volatilitas tinggi serta koreksi tajam, CIBC menilai pola permintaan emas ke depan akan menyerupai kondisi pada 2025.
Analis CIBC menekankan bahwa ketidakpastian geopolitik global masih menjadi penopang utama permintaan emas sebagai aset safe haven.
Selain itu, potensi pelemahan dolar Amerika Serikat diperkirakan akan memberikan dorongan tambahan bagi penguatan harga emas.
“Pelemahan dolar kemungkinan berlanjut seiring respons bank sentral dan investor terhadap meningkatnya ketidakpastian dengan mengalihkan sebagian alokasi dari obligasi pemerintah AS,” tulis analis CIBC, dikutip Holopis.com, Minggu (8/2/2026).
Tekanan terhadap dolar AS juga dinilai dapat dipicu oleh potensi penurunan suku bunga serta ketegangan yang berkelanjutan antara The Federal Reserve dan Gedung Putih.
Tak hanya dolar AS, CIBC memprediksi melemahnya berbagai mata uang fiat global lainnya akan semakin memperkuat daya tarik emas di pasar internasional.
Berkurangnya kepercayaan investor terhadap obligasi pemerintah AS sebagai aset bebas risiko turut mendorong pergeseran portofolio ke instrumen yang dinilai lebih aman.
“Kepercayaan terhadap mata uang fiat telah terkikis. Dengan pilihan yang terbatas, emas kembali menjadi tujuan utama perpindahan aset ke instrumen safe-haven,” ungkap analis CIBC.


