HOLOPIS.COM, JAKARTA – Seorang pejabat sementara Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur Amerika Serikat (CISA) dilaporkan mengunggah dokumen kontrak pemerintah yang bersifat sensitif ke ChatGPT.
Dokumen tersebut diberi label “for official use only” atau hanya untuk penggunaan resmi. Tindakan ini dilakukan oleh Direktur Sementara CISA (Cybersecurity and Infrastructure Security Agency), Madhu Gottumukkala, yang ditunjuk pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump.
Seperti yang dikutip Holopis.com dari Techcrunh, Kamis 29 Januari 2026, unggahan tersebut memicu beberapa peringatan keamanan otomatis. Sistem peringatan ini dirancang untuk mencegah pencurian atau kebocoran data pemerintah dari jaringan federal.
Gottumukkala dilaporkan mendapat izin khusus untuk menggunakan ChatGPT pada awal masa jabatannya, meskipun pada saat itu pegawai CISA lainnya dilarang menggunakan layanan tersebut. Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS), yang membawahi CISA, kemudian melakukan peninjauan untuk memastikan apakah unggahan tersebut berdampak pada keamanan pemerintah.
Para pejabat menilai bahwa mengunggah dokumen internal pemerintah, meskipun tidak diklasifikasikan, ke versi publik model kecerdasan buatan berisiko. Hal ini karena sistem tersebut dapat mempelajari informasi yang diunggah dan berpotensi membagikannya kepada pengguna lain.
Menanggapi laporan tersebut, juru bicara CISA menyatakan bahwa penggunaan ChatGPT oleh Gottumukkala bersifat sementara dan terbatas.
Sebelum menjabat di CISA, Gottumukkala diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Teknologi Informasi (Chief Information Officer/CIO) di negara bagian South Dakota pada masa Gubernur Kristi Noem.
Setelah penunjukannya di CISA, ia dilaporkan gagal dalam tes poligraf kontraintelijen. Namun, DHS kemudian menyebut tes tersebut tidak disetujui secara resmi. Tak lama setelah itu, enam pegawai karier dilaporkan dibatasi aksesnya terhadap informasi rahasia.

