HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa (6/1/2026). IHSG tercatat naik 0,26 persen dan bertengger di level 8.882,44.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini berlangsung cukup aktif. Nilai transaksi hingga akhir sesi I mencapai Rp19,67 triliun, dengan volume perdagangan sebesar 43,26 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,738 juta kali.
Pergerakan saham menunjukkan dominasi penguatan. Tercatat 405 saham menguat, 289 saham melemah, dan 264 saham stagnan. Sementara itu, indeks unggulan LQ45 turut menguat 0,10 persen. Namun, sejumlah indeks lainnya seperti JII, SRI-KEHATI, IDX30, dan ISSI justru bergerak di zona merah.
Mayoritas Sektor Menghijau
Secara sektoral, mayoritas sektor saham masih bertahan di jalur positif. Sektor teknologi, energi, industri, kesehatan, properti, barang konsumsi nonsiklikal, serta bahan baku menjadi penopang utama penguatan IHSG pada sesi pertama perdagangan.
Di sisi lain, tekanan terlihat pada sektor infrastruktur, transportasi, dan keuangan yang tercatat melemah dan parkir di zona merah.
Top Gainers dan Losers
Pada jajaran top gainers, saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) memimpin dengan lonjakan 34,43 persen. Disusul PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) yang naik 28,42 persen, serta PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) yang menguat 28,32 persen.
Sementara itu, saham-saham yang masuk dalam daftar top losers antara lain PT Indo Premier Investment Management Tbk (XIML) yang turun 14,84 persen, PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) melemah 14,40 persen, dan PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) yang terkoreksi 14,29 persen.
Penguatan IHSG pada sesi pertama ini mencerminkan masih terjaganya optimisme investor di tengah dinamika pasar global dan domestik. Pelaku pasar selanjutnya menantikan perkembangan sentimen lanjutan yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG hingga penutupan perdagangan.


