HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jepang kembali diguncang gempa kuat pada Jumat (12/12/2026) ketika gempa bermagnitudo 6,7 terjadi di lepas pantai Prefektur Aomori, wilayah Samudra Pasifik.
Menyusul kejadian itu, Badan Meteorologi Jepang (JMA) segera mengeluarkan peringatan tsunami untuk beberapa wilayah di utara dan timur laut negara tersebut.
JMA melaporkan bahwa pantai Pasifik Hokkaido serta prefektur Aomori, Iwate, dan Miyagi berpotensi mengalami tsunami setinggi hingga 1 meter.
Gempa terjadi sekitar pukul 11.44 waktu setempat (09.44 WIB) dengan kedalaman episentrum mencapai 20 kilometer, sehingga guncangan terasa cukup kuat di sejumlah area pesisir.
Yang memperkuat kekhawatiran publik adalah fakta bahwa gempa ini terjadi empat hari setelah gempa besar bermagnitudo 7,5 mengguncang perairan yang sama pada Senin (8/12/2025).
Pada saat itu, JMA telah mengingatkan bahwa gempa susulan dengan magnitudo besar masih mungkin terjadi dalam beberapa hari berikutnya. Gempa 6,7 kali ini disebut bagian dari rangkaian aktivitas tektonik yang belum mereda.
Meski belum ada laporan kerusakan besar, pemerintah daerah di wilayah terdampak meminta warga untuk tetap menjauhi garis pantai hingga peringatan tsunami dicabut.
Sejumlah layanan publik seperti jalur kereta dan transportasi pesisir melakukan pemeriksaan darurat sebagai langkah antisipasi.
Sebagai negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik, Jepang memang kerap mengalami aktivitas gempa bumi. Namun potensi tsunami kerap menjadi perhatian serius, terutama bagi wilayah pesisir yang rentan.
JMA terus memonitor pergerakan permukaan laut dan mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.

