HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah berencana membangun peternakan ayam pedaging dan petelur di berbagai daerah di Tanah Air. Langkah itu untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Founder Anagata Nusantara Institute, Fadly Zikry, merespons positif rencana pemerintah itu. Sebab, program MBG telah mendorong lonjakan permintaan bahan pangan secara signifikan, termasuk daging ayam dan telur.
Menurut Fadly, proyek besar pembangunan peternakan ayam itu tak dikerjakan sendiri oleh pemerintah.
“Melainkan diserahkan atau libatkan kepada koperasi dan sektor swasta agar ekonomi masyarakat semakin berdaya,” kata Fadly Zikry, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, (11/11/2025).

Bagi dia, cara itu akan melibatkan UMKM secara langsung dalam rantai pasok pangan nasional. Pun, dampak positifnya terasa dalam keberlangsungan program MBG.
Dijelaskan dia, jika pemerintah jadi pembeli hasil produksi, sementara koperasi dan UMKM yang mengelola, maka daya beli masyarakat akan meningkat. Kondisi itu menurutnya sejalan dengan semangat pemerataan ekonomi yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
“Dengan begitu, negara memastikan pasokan pangan tetap stabil, sementara masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan produksinya,” ujar Fadly.
Dia menekankan cara itu bukan hanya efisien, tapi juga adil. Sebab, bisa memperluas kepemilikan ekonomi rakyat, sekaligus perkuat ekosistem pangan nasional dari bawah.
Selain itu, Fadly juga mengingatkan pentingnya pencegahan dini penggunaan anggaran Rp20 triliun untuk pembangunan peternakan ayam.
“Rp20 triliun adalah angka besar. Dan di negeri kita, setiap angka besar selalu berisiko bocor jika tidak diawasi dengan serius. Karena itu, saya menekankan pentingnya penggunaan anggaran yang tepat guna dan transparan,” tuturnya.


