HOLOPIS.COM, SEMARANG – Malam puncak Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2025, yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah penobatan. Jawa Tengah, melalui pencapaiannya yang luar biasa, secara resmi diakui sebagai lokomotif baru yang siap menggerakkan roda ekonomi kreatif (ekraf) nasional.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya secara pribadi hadir untuk memberikan apresiasi, menegaskan bahwa penunjukan Jateng sebagai tuan rumah puncak Hekrafnas 2025 adalah bentuk penghargaan atas “lompatan signifikan” yang telah dicapai provinsi ini.
“Puncak kegiatan Hekrafnas secara nasional malam ini kita buat di Jawa Tengah. Ini adalah bentuk apresiasi kami kepada Pemprov Jawa Tengah, Gubernur, dan seluruh pegiat ekraf. Jawa Tengah telah menunjukkan progres yang luar biasa, baik dari sisi investasi, ekspor, maupun jumlah pelaku. Ekraf dari Jawa Tengah akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi,” kata Menteri Teuku Riefky.
Tiga Fakta Jateng di Sektor Ekraf :
- Ekspor Rp 53 Triliun: Berdasarkan data Bea Cukai, pada semester I tahun 2025, nilai ekspor produk ekraf Jateng mencapai Rp 53 triliun. Angka fantastis ini menempatkan provinsi tersebut sebagai eksportir ekraf terbesar kedua di Indonesia.
- Investasi Rp 11,45 Triliun: Dari sisi investasi, data BKPM mencatat Jateng berada di posisi ketiga nasional, dengan suntikan dana ke sektor ekraf mencapai Rp 11,45 triliun di semester yang sama.
- 12 Kabupaten/Kota Kreatif: Menteri Ekraf menekankan potensi lokal yang sudah terverifikasi, dengan 12 daerah yang telah diakui sebagai kabupaten/kota kreatif.
Capaian ini memperkuat keputusan Presiden Prabowo Subianto yang telah menetapkan Jawa Tengah sebagai salah satu dari 15 provinsi prioritas pengembangan ekraf nasional.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut kehormatan ini dengan ambisi besar. Ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan Jateng sebagai “Provinsi Kreatif Indonesia”.

