HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir yang disebabkan tingginya intensitas hujan membayangi sejumlah wilayah di Pulau Jawa, tepatnya di daerah Jawa Barat dan juga Jawa Tengah.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, dari Jawa Timur dilaporkan banjir terjadi di Kabupaten Lumajang, Kota Nganjuk, dan Kabupaten Jember.
“Hingga saat ini semua genangan air di daerah terdampak banjir tersebut dilaporkan telah surut total,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (27/10).
Sementara itu di Jawa Barat, banjir melanda Kota Bandung merendam setidaknya ebanyak 73 unit rumah di Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar.
Banjir pun menurut Abdul tidak berlangsung lama dan air berangsur surut pada Minggu (26/10).
Selain banjir, hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Jawa Barat juga menyebabkan longsor di beberapa titik di Kabupaten Bandung Barat. Pada Minggu (26/10), dua desa di Kecamatan Lembang dan dua desa di Kecamatan Cipongkor mengalami peristiwa longsor.
“Total 30 Kepala Keluarga (KK) terdampak kejadian ini. Sepuluh kepala keluarga mengungsi ke rumah kerabat terdekat,” ujarnya.
Selain berdampak pada 28 rumah warga, longsor juga mengganggu akses jalan menuju SD Negeri Cantrawang.
Masih di Kabupaten Bandung Barat, hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama menyebabkan bangunan Pondok Pesantren At-Thohiriyah rusak pada Minggu (26/10).
“Satu orang meninggal dunia pada kejadian yang berlokasi di Desa Cigenah, Kecamatan Rongga ini. Korban meninggal dunia sudah diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan,” ungkapnya.
Pada hari yang sama yaitu Minggu (26/10), banjir dan longsor melanda Kecamatan Cisolok, tepatnya di Desa Karangkapak, Cissolok, dan Cikahuripan. Pendataan Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat sebelas kepala keluarga terdampak.


