HOLOPIS.COM, JAKARTA – Militer Israel melancarkan serangan udara dan artileri di berbagai lokasi di Jalur Gaza pada Selasa (7/10), bertepatan dengan peringatan dua tahun konflik Israel-Hamas. Pesawat tempur Israel pun terus menargetkan rumah dan apartemen di Jalur Gaza.
“Pesawat tempur dan drone Israel menargetkan rumah dan apartemen di berbagai lokasi di Jalur Gaza, terutama di kawasan permukiman Sabra dan Tal al-Hawa di selatan Gaza City, kamp pengungsi Shati di sebelah barat kota itu, dan Kota Khan Younis di Gaza selatan,” demikian disampaikan oleh beberapa sumber dan saksi mata, dikutip Holopis.com, Rabu (8/10).
Menurut beberapa sumber dan saksi mata, kendaraan militer bermuatan bahan peledak diledakkan di dekat area permukiman. Juru bicara Otoritas Pertahanan Sipil di Gaza Mahmoud Basal, mengatakan serangan udara dan penembakan artileri di Jalur Gaza, khususnya Gaza, menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai sejumlah warga lainnya.
Warga Gaza melaporkan adanya bentrokan antara militan Palestina dan pasukan militer Israel di sebelah timur Khan Younis, di tengah tembakan dari helikopter yang terbang pada ketinggian rendah.
Sementara itu, Hamas dalam sebuah pernyataan pers untuk peringatan dua tahun konflik tersebut mengatakan serangan pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel menandai titik balik besar dalam lanskap politik dan militer di kawasan itu.
Peringatan 7 Oktober
Upacara Peringatan Nasional Keluarga 7 Oktober berlangsung pada malam hari waktu setempat di Taman Yarkon, Tel Aviv, yang dihadiri ribuan orang. Upacara tersebut meliputi pidato dari para anggota keluarga korban dan sandera, serta penampilan dari puluhan penyanyi Israel.
Sejumlah upacara juga diadakan di desa-desa Israel di dekat Gaza, yang banyak warganya tewas dalam serangan Hamas pada 2023.
Sebagai informasi, Hamas melancarkan serangan mendadak ke sejumlah permukiman dan posisi militer di Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang merenggut nyawa 1.200 orang, menurut data resmi Israel.

