HOLOPIS.COM, JAKARTA – Peta jalan industri kreatif Indonesia baru saja melintasi benua. Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya membuka babak baru sinergi dengan Department of Culture of the City of Moscow, dengan fokus yang tajam yaitu menjangkau pasar digital raksasa Rusia.
Alih-alih sekadar pertemuan diplomatik, audiensi ini mengungkap sebuah fakta mengejutkan dari Agency for Creative Industries (ACI) bahwa 88 juta masyarakat Rusia adalah Gamers aktif, yang menghabiskan rata-rata 323 juta Rubel per tahun untuk gim. Angka fantastis ini, setara dengan 58% populasi, langsung menempatkan sektor gim sebagai prioritas utama kolaborasi.
“Pertumbuhan Ekraf di Indonesia sangat cepat, namun untuk mencapai level optimal, kami butuh mitra yang strategis. Pertemuan dengan Moskow ini secara spesifik membuka ruang pertukaran pasar dan pengembangan talenta di subsektor gim, animasi, dan perfilman,” ujar Menteri Teuku Riefky.
Pihak Moskow, yang diwakili oleh Deputy Minister of Culture Mikhail Demidenko, tak ragu memposisikan kotanya sebagai motor penggerak industri kreatif Rusia. Demidenko mengklaim bahwa pertumbuhan Ekraf di Moskow melonjak dua kali lipat dalam lima tahun terakhir dibandingkan pertumbuhan ekonomi kota secara keseluruhan, menyumbang 60% dari total ekspor kreatif Rusia.
Keseriusan Moskow diwujudkan dalam proyek infrastruktur ambisius, antara lain Moscow Game Hub, yang akan diluncurkan pada November 2025 sebagai fasilitas yang dirancang sebagai pusat pengembangan video gim dan animasi yang terintegrasi, serta Kinopark (2030), sebuah pusat produksi film kolosal yang dilengkapi set dekorasi dari berbagai era sejarah, siap menjadi lokasi syuting kelas dunia.
“Kami menargetkan nilai ekspor Ekraf kami kembali berlipat ganda pada tahun 2030. Fasilitas seperti Kinopark dan Moscow Game Hub adalah komitmen kami untuk daya saing global,” tegas Demidenko.
Menyambut potensi ini, Menteri Teuku Riefky menjelaskan bahwa Kementerian Ekraf telah menyiapkan delapan klaster program yang tergabung dalam Asta Ekraf. Program ini mencakup dari penguatan basis data (Ekraf Data) hingga pengembangan sumber daya manusia kreatif (Talenta Ekraf).
“Kami saat ini sedang memetakan potensi spesifik di 38 provinsi di Indonesia. Ini adalah referensi konkret bagi pihak swasta maupun pemerintah asing yang ingin menjalin kerja sama,” tambahnya.
Pertemuan strategis ini, yang juga dihadiri oleh Organisasi Pengembangan Industri Video Game (VIDO), diharapkan menjadi langkah awal untuk menguatkan ekosistem kreatif Indonesia, khususnya dalam memburu prospek market dari 88 juta gamer di Moskow.


