Syuting di Kolong Tol, Rio Dewanto Ceritakan Pengalaman Menantang di Film Terbarunya

0 Shares

JAKARTA – Aktor tampan Rio Dewanto baru saja menyelesaikan film terbarunya persembahan rumah produksi Come and See Picture berjudul ‘Legenda Kelam Malin Kundang’. Meski sudah tidak asing dengan kegiatan syuting, Rio mengaku punya banyak tantangan hingga pengalaman menarik selama syuting film yang diangkat dari legenda masyarakat ini.

“Tantangan terberatnya mungkin lebih ke deg-degan karena ini cerita rakyat yang sudah ratusan tahun hidup di masyarakat Indonesia. Jadi saya berpikir, saya mengecewakan enggak yah, berhasil enggak yah, ada kegelisahan itu yang saya rasakan,” ungkapnya saat menggelar konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (1/10).

Tidak hanya itu, Rio mengaku punya pengalaman menantang sendiri selama proses syuting film di bawah arahan Joko Anwar. Salah satunya kata dia soal lokasi syuting yang bisa dibilang bukan tempat yang nyaman seperti kolong jembatan.

“(Lokasi syutingnya) di kolong tol jembatan Angke, Jakarta Utara. Waktu itu lagi ada pembersihan mau digusur gitu karena ada rencana mau dipindahkan ke rumah susun (Rusun). Kalau di Come and See Picture gue tempatnya selalu aja, waktu di film ‘Gundala’ gue di pabrik dan benar-benar tanah-tanah semua,” ceritanya.

Meski memiliki darah Minang, Rio mengaku masih harus dibantu untuk mempelajari baik dari sisi budaya, bahasa dan lainnya. Namun, suami dari artis Atiqah Hasiholan ini mengaku cukup terbantu untuk memerankan cerita yang berasal dari legenda dari Sumatera Barat tersebut.

“Untungnya salah satu sutradara kita emang asli dari Payakumbuh gitu jadi meskipun saya ada darah Minang tapi saya enggak terbiasa dengan dialog Minang gitu karena dari kecil udah di Jakarta, udah terkena modernisasi. Jadi hirarki untuk menjaga kekentalan Minang itu sendiri udah hilang gitu,” katanya.

Meski begitu, secara pribadi Rio mengaku merupakan salah satu orang yang menyukai makanan Padang yang terkenal dengan cita rasanya yang enak. Bahkan aktor kelahiran 28 Agustus 1987 tersebut senang restoran Padang saat ini sudah dikemas dengan cara modern.

“Kayaknya kalau lagi enggak shooting juga setiap hari gua makan Padang sih gitu enak banget soalnya Padang tuh ada di mana mana lagi. Restoran Padang saat ini menginterpretasikan proyek ini dibawa ke pendekatan yang modern. Film inikan juga cerita rakyat yang mungkin umurnya udah ratusan tahun kemudian ditarik ke zaman modern yang dibuat sekarang gimana caranya untuk relevan dengan kehidupan jaman sekarang,” tutupnya

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Yatti Febri Ningsih
Yatti Febri Ningsih
Tim Redaksi :

BACA LAINNYA