JAKARTA – Bencana banjir merendam dua kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat, yakni di Kabupaten Bogor dan di Kabupaten Sukabumi sejak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, untuk banjir yang terjadi di Kabupaten Bogor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi.
“Kondisi tersebut memicu jebolnya tanggul di perumahan Arum Park, Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (31/7).
Abdul mengatakan bahwa bencana banjir ini mengakibatkan setidaknya ada sebanyak 146 KK atau 462 jiwa terdampak.
“Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil lainnya yang dilaporkan setelah banjir terjadi,” ujarnya.
Menyusul peristiwa ini BPBD Kabupaten Bogor telah berupaya melakukan kaji cepat, berkoordinasi, hingga melakukan upaya penanganan darurat dengan penyedotan dan pembersihan material banjir.
Sementara itu, banjir yang merendam Kabupaten Sukabumi terjadi pada Senin (28/7). Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung lama mengguyur wilayah Sukabumi, sehingga menyebabkan aliran sungai meluap.
Sedikitnya tiga desa dari dua kecamatan, yakni Desa Cidolog, dan Desa Tegallega di Kecamatan Cidolog serta Desa Rambay di Kecamatan Tegalbuleud terdampak.
“Berdasarkan kaji cepat yang dilakukan BPBD pasca banjir, tercatat 56 jiwa dari 27 KK terpaksa mengungsi dan 20 KK lainnya terancam,” tukasnya.
Tidak hanya merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan lima unit rumah rusak berat, 21 unit ruah rusak sedang, dan 20 unit rumah terancam, serta 1 jembatan putus.
Tim BPBD Kabupaten Sukabumi masih terus melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak serta berkoordinasi dan memonitoring lokasi yang masih terdampak.



