JAKARTA – Gedung Putih menolak kritik bahwa pengurangan staf yang dilakukan oleh pemerintahan Trump baru-baru ini terhadap National Weather Service (NWS) menjadi salah satu faktor penyebab banjir yang mematikan di Texas, menyebutnya sebagai “kebohongan yang keji”.
“Ini kehendak Tuhan. Bukan salah pemerintah bahwa banjir ini terjadi,” ujar sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt, dikutip Holopis.com, Rabu (9/7/2025).
NWS mengatakan pihak mereka sudah melakukan tugas dengan mengeluarkan peringatan dini dan konsisten dalam melakukan langkah agar meminimalisir dampak. Namun, Leavitt mengatakan bahwa ini adalah kesalahan dari banyak petinggi di Partai Demokrat.
“Sayangnya, setelah bencana alam yang hanya terjadi sekali dalam satu generasi ini, kita telah melihat banyak kebohongan yang disebarkan oleh anggota Partai Demokrat seperti Senator Chuck Schumer dan beberapa anggota media,” ujar Leavitt.
“Menyalahkan Presiden Trump atas banjir ini adalah kebohongan yang keji, dan tidak ada gunanya dalam masa berkabung nasional ini,” lanjutnya.
Sementara itu, Senat dari Partai Demokrat Chuck Schumer menyerukan penyelidikan mengenai apakah kekurangan staf di stasiun-stasiun NWS setempat berkontribusi terhadap terenggutnya nyawa dan raibnya harta benda yang sangat besar selama banjir yang mematikan itu.
Sebagai informasi Sobat Holopis, lebih dari 500 pekerja dilaporkan diberhentikan oleh pemerintahan Trump atau keluar dengan sendirinya, menyebabkan NWS kekurangan staf.
Menurut laman situsnya, enam dari 27 posisi terdaftar sebagai posisi kosong di kantor NWS untuk Austin/San Antonio, yang mencakup wilayah yang terdampak parah oleh bencana Kerr County, termasuk seorang manajer kunci yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan peringatan dan berkoordinasi dengan para pejabat manajemen darurat setempat.
Para pejabat mengatakan sedikitnya 110 orang tewas dalam banjir bandang tersebut, dan lebih dari 170 orang masih dinyatakan hilang.


