JAKARTA – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) tampaknya belum puas hanya bermain di ranah kopi. Perusahaan minuman berbasis gaya hidup ini siap menyasar segmen baru dengan meluncurkan lini bisnis lain, yakni Fore Donut.
Langkah agresif ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama FORE, Vico Lomar, dalam Public Expose yang digelar usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), yang berlangsung pada Kamis (26/6) kemarin.
Menurutnya, strategi diversifikasi bisnis yang dilakukan di tengah pelemahan daya beli masyarakat bukan tanpa perhitungan. Dalam prosesnya, FORE mengacu pada konsep ‘premium affordability’ yang menjadi keunggulan utama perusahaan.
“Itu memang keunggulan kami, yaitu premium affordability, sehingga setiap lapisan masyarakat tetap bisa menikmati donat yang nanti di triwulan III-2025 mau kami wujudkan,” ujar Vico dalam keterangannya, dikutip Holopis.com, Jumat (27/6).
Fore Donut yang dijadwalkan meluncur pada kuartal III-2025 ini akan menandai debut FORE dalam segmen ready to eat, melengkapi portofolio bisnisnya yang selama ini didominasi oleh lini kopi.
Tak hanya memperkenalkan produk baru, FORE juga berambisi membuka 70 gerai baru sepanjang tahun ini. Ekspansi ini mencakup gerai Fore Kopi dan Fore Donut, dengan prioritas di kota-kota Tier 1 dan Tier 2 seperti Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya.
Namun, perusahaan juga mengisyaratkan kemungkinan membuka beberapa gerai di kota Tier 3 berdasarkan pertimbangan tertentu.
Untuk membiayai seluruh rencana ekspansi ini, FORE telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp220 miliar, yang seluruhnya berasal dari kas internal.
“Capex sepenuhnya dari kas internal. Seluruhnya untuk ekspansi gerai, baik untuk Fore Kopi maupun Fore Donat. Fokus kami nantinya lebih ke kota-kota Tier 1 dan Tier 2, seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya dan lainnya,” jelas Vico.
Target keuangan perusahaan juga terbilang optimistis. FORE membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 40–50 persen dibanding realisasi 2024, yang berarti diharapkan mencapai Rp1,45 triliun hingga Rp1,56 triliun pada akhir 2025. Di sisi lain, pertumbuhan laba bersih ditargetkan mencapai 70 persen.
“Sedangkan untuk laba bersih, kami akan coba sisihkan dari perolehan pendapatan, dengan target pertumbuhan sekitar 70 persen (dari realisasi laba bersih 2024),” tandas Vico.


