JAKARTA – Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung Wibowo menyampaikan bahwa dirinya suka berjumpa dengan para ASN di dalam angkutan umum ketika ia bepergian. Karena dengan demikian, ia dapat berinteraksi dan mendengarkan secara langsung apa yang menjadi cerita dan isi kepala mereka secara terbuka.
Bahkan ia juga mengakui ada pula ASN yang secara terang-terangan kepadanya meminya jabatan saat bertemu. Bagi Pramono, hal itu wajar saja dan sah disampaikan. Dan ia akan memperhatikan, sepanjang ASN tersebut memenuhi syarat dan kualifikasi, peluang untuk naik jabatan pun sangat terbuka.
“Semua ASN kalau ketemu saya di dalam bus, ngobrol, minta foto, bercerita hal yang positif, (naik jabatan) ya nggak apa-apa, selama memenuhi syarat,” kata Pramono dalam podcast Close The Door seperti dikutip Holopis.com, Rabu (28/5/2025).
Mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) di Kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo tersebut menegaskan, bahwa untuk memberikan jabatan dan pindah posisi yang baik kepada ASN, dirinya sama sekali tidak menggunakan teori like or dislike.
“Untuk melantik ataupun menunjuk orang tidak lagi berdasarkan senang atau tidak senang,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pramono pun menyampaikan saat berpidato di Balaikota usai dirinya dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2024 lalu, hal yang ia tekankan adalah, dirinya tak sudi memandang seseorang berdasarkan pilihan politiknya. Ia tak peduli apakah seseorang itu berkeringat dan mendukung dirinya atau tidak dalam Pilkada Jakarta 2024 lalu.
Namun yang ia lihat adalah, apakah seseorang itu memiliki kualifikasi yang tepat untuk menduduki sebuah jabatan atau tidak.
“Mulai hari ini tidak ada lagi orang yang mau mengotakkan orang pendukung saya atau bukan pendukung saya, karena saya tidak peduli. Karena bagi saya semua orang sama saja,” tuturnya.
“Yang penting kerja keras. Kalau kalian kerja keras dan kalian berprestasi pasti akan saya support untuk itu. Bahkan orang-orang yang secara terbuka tidak mendukung saya, saya angkat, dan itu nggak apa-apa,” sambung Pramono.
Oleh sebab itu, saat ini yang menjadi fokusnya adalah, bagaimana dirinya bekerja dengan baik dan benar sebagai Kepala Daerah di Provinsi Jakarta, tanpa terbebani oleh urusan soal sekadar bagi-bagi jabatan belaka.
“Itulah yang kemudian kenapa saya nggak bawa satu orang pun ASN dari luar, maka di dalam relatif pembinaannya berjalan dengan baik. Sehingga dengan demikian sekarang saya bisa berkonsentrasi untuk bekerja,” tandasnya.


