JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyerukan pentingnya persatuan antara seluruh kepala daerah dengan pemerintah pusat tanpa terkecuali.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat jamuan makan malam retret kepala daerah di Akmil Magelang, Jawa Tengah.
“Kita semua dipilih rakyat, kita abdi rakyat, kita pemimpin rakyat. Kita berasal dari layar belakang yang berbeda beda, daerah yang berbeda beda, bahasa yang berbeda beda, adat istiadat yang berbeda beda, suku yg berbeda beda, kelompok etnis yang berbeda beda,” ucap Presiden Prabowo pada Kamis (27/2) malam.
“Agama yang berbeda beda. tapi kita sudah menjadi satu, kita sudah menjadi satu keluarga besar Nusantara, keluarga besar Indonesia,” lanjutnya.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa semuanya telah ditakdirkan menjadi satu bangsa, satu Nusa untuk menjadi satu bangsa Indonesia. Presiden Prabowo kemudian menyinggung pelaksanaan retret kepala daerah yang sempat terhambat.
Hal itu mengingat adanya instruksi penundaan dari Megawati Soekarnoputri kepada para kepala daerah untuk hadir di retret kepala daerah.
“Karena itu acara seperti ini walaupun merupakan katakanlah usaha awal dan mungkin belum sempurna pasti banyak kekurangan, tetapi saya mendapat laporan dari Menteri dalam negeri ternyata suasana yang tercipta, suasana yang terbangun adalah suasana yang cukup baik, cukup semangat, cukup harmonis, cukup mesra,” tuturnya.
“Inilah kelebihan kita, inilah keunggulan kita,” tambahnya.
Presiden Prabowo meyakini bahwa meski selalu adanya pertikaian, namun kondisi tersebut bakal bisa berakhir damai.
“Mungkin berbeda beda tapi satu. Mungkin ada salah paham mungkin ada diantara kita pernah bertikai tapi kita selalu cari jalan yang baik. Kita selalu cari jalan Musyawarah. Kita selalu cari jalan damai kita selalu cari jalan yang terbaik untuk negara dan rakyat kita,” tuntasnya.

