JAKARTA – Jetour yang merupakan merek asal China, resmi meluncurkan SUV terbaru mereka, Jetour Zongheng.
Mobil SUV dengan tampilan gahar ini akan tersedia dalam dua varian mesin: hybrid (PHEV) dan listrik range extender (EREV), menawarkan tenaga yang mencapai 1.572 dk.
Setelah mendapatkan respon positif sejak tahun 2018, kini Jetour berambisi merambah segmen SUV off-road premium dan mobil pikap di China, seperti dikutip Holopis.com dari Carnewschina, Senin (3/2).
Jetour Zongheng hadir dengan dua varian sistem penggerak. Varian pertama adalah PHEV (hybrid paralel) yang disebut CDM-O, menggunakan mesin bensin turbo 2.000 cc dengan tenaga 208 dk.
Mesin ini dipasangkan dengan sistem penggerak DHT 2 percepatan yang menghasilkan tenaga 282 dk, serta motor listrik 300 kW di as roda belakang dengan tenaga 402 dk. SUV Jetour Zongheng G700 dan truk pikap F700 akan menggunakan mesin PHEV ini.
Varian kedua, EREV (extended range electric vehicle), menggunakan teknologi extended range yang mengandalkan mesin pembakaran dalam sebagai generator untuk mengisi daya baterai.
Varian ini disebut CEM-O dan menawarkan generator 2.000 cc dengan daya 155 kW yang menyalurkan daya ke baterai dan motor listrik. Sistem penggerak CEM-O memiliki empat motor listrik dengan daya puncak 1.200 kW (1.572 dk).
Sebagai perbandingan, motor listrik SUV Yangwang U8 dari merek kompetitor BYD hanya menghasilkan daya 880 kW (1.180 dk), menjadikan tenaga Jetour Zongheng lebih superior.
Baik sistem penggerak CDM-O maupun CEM-O menggunakan sistem tegangan tinggi 800V yang memungkinkan baterai diisi dari 20% hingga 80% dalam waktu enam menit.
Jetour Zongheng memiliki tiga model berbeda: G700, F700, dan G900. Varian G700 tampil kokoh dengan kap mesin tinggi dan garis atap datar, merupakan SUV body-on-frame dengan panjang 5,1 meter.
Zongheng F700 adalah truk pikap dengan fitur seperti pintu kabin belakang dan kamera sebagai pengganti kaca spion samping.
Sementara itu, model Zongheng G900 adalah SUV coupe off-road dengan sistem hybrid jarak jauh bertenaga 1.572 dk yang dapat berenang hingga 40 menit dengan kecepatan 8,5 km/jam berkat standar IPX8.


