Robert menilai kondisi tersebut memperlihatkan bahwa dampak kesehatan akibat karhutla belum sepenuhnya ditangani sebagai situasi darurat yang membutuhkan pelayanan khusus.
“Saya melihat begini, layanan kesehatan kita itu juga seolah-olah berada dalam respons yang biasa saja,” ujarnya.
Ia mencontohkan, masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap masih dilayani melalui prosedur pemeriksaan umum. Padahal, kondisi darurat karhutla membutuhkan jalur pelayanan yang dapat mempercepat penanganan pasien.
“Tidak dibuka jalur khusus misalnya untuk mereka yang terdampak akibat asap. Jadi kalau mungkin ada warga yang datang, ya ditangani seperti pasien biasa sehari-hari. Padahal ini situasinya darurat,” paparnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Robert menegaskan pemerintah harus menempatkan kesehatan dan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama ketika karhutla terjadi. Karena itu, penanganan dampak kesehatan perlu menjadi perhatian serius dan berjalan beriringan dengan upaya pemadaman kebakaran.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!