Ia juga menilai istilah seperti perang hibrida dan ancaman zona abu-abu belum sepenuhnya menggambarkan besarnya risiko yang ditimbulkan oleh negara-negara yang memusuhi Inggris.
Perang hibrida sendiri merujuk pada penggunaan berbagai cara untuk melemahkan lawan, mulai dari operasi siber dan penyebaran disinformasi hingga tekanan ekonomi, yang dapat dilakukan bersamaan dengan kekuatan militer.
Peringatan ini memperlihatkan bahwa persiapan pertahanan modern tidak cukup hanya dengan memperkuat tentara dan persenjataan.
Ketahanan infrastruktur, keamanan digital, serta kesiapan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menghadapi krisis.
Meski begitu, belum ada kepastian bahwa konflik besar di Eropa akan pecah pada 2030.
Pernyataan Streeting lebih menekankan perlunya mempercepat persiapan menghadapi skenario terburuk.
Bagi masyarakat Inggris, pesan yang disampaikan cukup jelas: ancaman keamanan harus dianggap serius, tetapi tidak perlu langsung diterjemahkan sebagai kepastian perang.
Persediaan darurat untuk tiga hari menjadi salah satu langkah praktis yang dianjurkan pemerintah agar keluarga tidak sepenuhnya bergantung pada layanan publik ketika keadaan darurat terjadi.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...