Meski demikian, peringatan itu bukan berarti perang dipastikan pecah dalam 1.000 hari.
Angka tersebut merujuk pada tenggat persiapan yang dinilai penting untuk menghadapi potensi ancaman menjelang 2030.
Di tengah peringatan tersebut, pemerintah Inggris meluncurkan kampanye kesiapsiagaan bertajuk Be Ready atau Bersiaplah.
Kampanye ini mengimbau setiap rumah tangga menyimpan persediaan kebutuhan dasar yang cukup untuk bertahan selama tiga hari apabila terjadi keadaan darurat nasional.
Barang yang disarankan antara lain air minum dalam kemasan, makanan tahan lama, uang tunai, serta kebutuhan pokok lain yang diperlukan untuk bertahan sementara ketika layanan publik terganggu.
Langkah ini menjadi perhatian karena masyarakat tidak hanya diminta memahami risiko keamanan, tetapi juga menyiapkan langkah sederhana untuk melindungi diri dan keluarga.
Namun, pemerintah Inggris menegaskan bahwa kampanye tersebut bertujuan memperkuat ketahanan nasional, bukan sebagai respons terhadap peringatan intelijen tertentu yang menyatakan serangan akan segera terjadi.
Dengan kata lain, imbauan menyimpan persediaan darurat tidak otomatis menandakan perang sudah di depan mata.
Pemerintah ingin masyarakat lebih siap apabila menghadapi gangguan besar, termasuk ketika akses terhadap kebutuhan dasar menjadi terbatas.
Streeting juga mengingatkan bahwa risiko keamanan Inggris tidak hanya berasal dari kemungkinan serangan militer secara langsung.
Ancaman siber, kejahatan terorganisasi, perubahan iklim, hingga gangguan terhadap infrastruktur penting turut menjadi perhatian.
Berbagai risiko tersebut bisa berdampak pada kehidupan masyarakat, bahkan tanpa terjadinya perang terbuka.
Streeting mengatakan Inggris menghadapi tingkat ancaman yang lebih besar dibandingkan dengan yang pernah dialaminya sepanjang hidupnya, atau setidaknya selama sebagian besar masa hidupnya.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...