“Idih jgn kn mau evaluasi, ini mlh merasa benar sendiri,” tulis akun @tria_minoruu.
Sindiran lain juga muncul, seorang warganet menggunakan peribahasa untuk menggambarkan pandangannya terhadap polemik tersebut.
“Nah ini contoh Peribahasa ‘LEMPAR BARU SEMBUNYI TANGAN’ ya anak-anak,” tulis akun @slmnap31_.
Sementara itu, akun @renecca menilai pernyataan tersebut menunjukkan BGN dianggap tidak melihat persoalan di lapangan secara objektif.
“Penjabat halu. Semakin hari semakin halu. Tidak mampu dan tidak mau melihat kondisi apa adanya,” tulisnya.
Komentar yang tak kalah mencolok datang dari akun @arista.dhoni.
Ia menyoroti bagian pernyataan Sudaryono yang menyebut wartawan dan guru dalam ramainya pemberitaan MBG.
“Yg ngeracunin SPPG yg disalahkan guru nya wartawannya kocak…” tulis akun tersebut.
Di tengah polemik pernyataannya, Sudaryono juga menegaskan bahwa BGN tetap melakukan evaluasi terhadap internal pelaksana program MBG.
Dalam video yang beredar, ia menyebut petugas yang dinilai tidak kompeten atau tidak memiliki komitmen kerja akan ditindak.
Bahkan, Sudaryono mengklaim hampir 2.000 dapur MBG telah ditutup.
Ia juga mengatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau kepala dapur yang menyebabkan kasus keracunan tidak akan mendapatkan perpanjangan kontrak.
“Orang-orang yang tidak kompeten, orang-orang yang nggak punya niat untuk kerja benar, saya amputasi semua,” ujar Sudaryono.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...