Artinya, J7 Explorer tetap milik swasta meski saat menjalankan tugas tertentu tampil dengan identitas Kemhan.
Di tengah ramainya pembahasan di media sosial, pemilik kapal akhirnya ikut memberikan penjelasan.
Haji Isam membenarkan bahwa J7 Explorer merupakan kapal miliknya.
Kapal tersebut memiliki bobot mencapai 8.076 gross tonnage (GT).
J7 Explorer dibangun di Batam dan rampung pada 2022.
Saat ini, kapal tersebut dimanfaatkan untuk mendukung proyek pengembangan lahan pertanian di Wanam, Papua Selatan.
Fungsinya pun cukup banyak, selain menjadi pangkalan bergerak, J7 Explorer digunakan sebagai pusat koordinasi, tempat tinggal sementara petugas dan tenaga ahli, serta sarana pendukung rantai logistik.
Keberadaan kapal menjadi penting karena kawasan yang menjadi lokasi kegiatan masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Dengan penjelasan tersebut, teka-teki mengenai kapal besar berlogo Kemhan yang sempat ramai di media sosial akhirnya terjawab.
J7 Explorer memang milik Haji Isam, bukan aset Kemhan.
Kapal itu dipinjam tanpa biaya untuk membantu pemerintah menjalankan berbagai kegiatan, terutama mendukung program ketahanan pangan di wilayah yang sulit dijangkau.




